5/19/2013
9
Tulisan ini diikutkan pada #8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keenam.

Terkadang dalam hidup ini kita dihadapkan pada sebuah keputusan yang begitu dilematis, yang mungkin saja menyakiti perasaan seseorang maupun diri kita sendiri. Apakah itu sama artinya menzalimi orang lain dan diri sendiri? Mungkin di mata sebagian besar penduduk bumi saya gadis yang tega dan tak berperasaan. Tapi di mata Tuhan dan sebagian kecil penduduk bumi yang memiliki pemahaman yang sama seperti saya pasti mengatakan "keputusanmu sudah sangat tepat".

Akhir tahun 2010, Allah SWT memberikan setitik cahaya hidayah dalam hidup saya. Berawal ketika saya membaca artikel-artikel di bukanmuslimahbiasa.com. Seperti ada yang mengetuk hati saya, menampar pipi saya, memukul kepala saya dengan pentungan, dan berteriak di telinga saya keras-keras "SAAAAADAAAAARRRRR oooooiiiiiiii APA YANG KAMU JALANI DAN BINA SELAMA INI ADALAH SEBUAH KESIA-SIAAN DAN KEHAMPAAN". 

Tak ada angin tak ada hujan, tak ada masalah apapun, seperti biasa hubungan kami adem-adem saja. Bagaikan sebuah petir yang cetar membahana saya memutuskan hubunganku dengannya. TEGA, BENAR-BENAR TIDAK SOPAN, dan TANPA KOMPROMI saya memutuskan sebuah hubungan yang terjalin selama kurang lebih 2 tahun hanya melalui SMS. 

Terus terang saya menyadari keputusanku sudah benar "Tak Ingin Berpacaran Lagi Dengan Siapapun 
Karena Dalam Islam Hal Itu Sangat Dilarang", tapi cara saya menyampaikan maksud tersebut mungkin kurang benar. Dia sangat kecewa dan sakit hati tentu saja. Dia tak menerima alasanku, bahkan berpikiran buruk tentangku. Demi Allah saya melakukan ini demi kebaikan kami berdua. Semoga suatu saat dia bisa mengerti.

"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk" (Al-Israa 32)

Mendekati zina saja sudah dilarang, bagaimana mungkin anda merasa bahwa zina itu adalah hal yang dibolehkan karena anda merasa tak ada yang melihat. Tapi ingatkah anda bahwa Allah selalu melihat apa saja yang anda perbuat.

Anda berduaan dengan pacar yang bukan mahrom anda, menggandeng tangan bahkan hal yang paling kotor yaitu mencium pacar yang jelas-jelas bukan mahrom anda, hal ini adalah mendekati zina. 
Bahkan Imam Hanbal berkata tidak ada dosa yang lebih berat dosanya setelah membunuh jiwa manusia selain zina. Naudzubillah...

#BMB


Setahun lebih kami tak pernah berkomunikasi lagi. Mungkin seperti itu lebih baik saya bisa belajar melupakan dia. Bukan hal yang mudah sih, tapi sedikit demi sedikit rasa itu sudah mulai berkurang. 
Sekitar awal tahun lalu, sesuatu yang tak pernah kuduga sebelumnya sebuah pesan singkat terkirim di ponsel saya dan itu dari dia. Sejak saat itu kami mulai berkomunikasi lagi. 

Cinta lama mulai bersemi kembali dan ini sesuatu yang salah. "Tak boleh tergoda lagi" pikirku saat itu. Sebuah ujian keimanan. Allah sedang mengujiku apakah saya bisa istiqamah dengan keputusan yang sudah saya buat. 

Dia masih sama seperti yang dulu, tak paham dengan alasan penolakanku. "Saya tak ingin pacaran, saya hanya ingin sebuah pertemanan. Pemikiran saya simpel saja kalau serius datang ke rumah, kalau tidak serius kita tetap bisa berteman baik". Dia bilang "Saya serius tapi kita pacaran saja dulu". Dan saya tetap kukuh dengan pendirian saya. Kami sangat sering membahas dan berdebat tentang hal ini tapi kami tak pernah mendapatkan titik temu.

Mungkin kami benar-benar tak bisa membuat kecocokan satu sama lain. Daripada seperti itu terus saya sekali lagi HARUS TEGA dan membuatnya kecewa lagi. Semoga suatu saat nanti dia mendapatkan hidayah dan memahami alasan saya. 

Biarlah kau murka padaku, tapi aku lebih takut dengan murka Allah
Aku bersyukur, aku tersadar sebelum aku tersungkur
Maafkan aku, aku lebih rela kehilangan cintamu daripada aku harus kehilangan cinta sejatiku. Allah Subhanahu Wa Ta'ala





9 comments:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  3. Nggak tega kamu jomblo terus.. soalnya dapet kata2 dari Abinya Nafisa di 'Tukang Bubur Naik Haji' kalau obat patah hati itu dapat hati yang baru.. he.. he.. SEMOGA dapat yang serius berkomitmen ya ^_^

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  5. aduuuh, kudu tega ya? syaa masih belum bisa >.<

    terus semangat ngeblog yaaa ...

    salam manis,
    Arga Litha

    ReplyDelete

Silakan Berikan Komentar, Saran, dan Kritik Untuk Postingan Ini, yang sopan ya ^^ dan please jangan spam

Followers

My Community

Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri Photobucket Photobucket
kumpulan-emak-blogger Blogger Perempuan

Blogger Reporter Indonesia

ID Corners