Nunu Amir Blog
  • Home
  • About
  • Disclosure
  • Features
    • Berbagi
    • Digital
    • Review
      • Gadget
      • Produk
      • Webinar
      • Website
      • Buku
      • Kesehatan
    • Slice of Life
    • Buku Saya
    • Religi
    • Traveling
    • Resep
  • Contact Us
Aisyah bahagia sekali. Ummi Ana, guru mengaji Aisyah memberikan kabar gembira. Sebentar lagi Aisyah akan mengkhatam Al-Quran dan dia akan di wisuda.

Pulang dari rumah Ummi Ana, tempat Aisyah belajar mengaji setiap hari. Aisyah berlari memasuki pekarangan rumahnya. Aisyah berteriak memanggil bundanya.

“Assalamu Alaikum.... Bunda... Bunda”. Aisyah mencari bundanya.

“Bunda di sini Aisyah”. Terdengar suara ibu dari arah dapur.

“Kenapa nih anak bunda? Baru pulang ngaji sudah teriak-teriak”. Keluh sang bunda. Sambil meraih tangan kecil Aisyah yang ingin mencium tangan bundanya.

“Bundahhh... Aisyah punya kabar gembirahhh”. Aisyah terdengar masih ngos-ngosan karena lelah berlari.

“Wah kabar gembira apa itu?”. Tanya bunda penasaran.

“Kata Ummi Ana, sebentar lagi Aisyah akan mengkhatamkan Al-Quran”. Dia begitu ceria sambil memeluk erat Syamil Quran yang dibawanya.

“Tinggal 1 juz lagi bunda dan Aisyah akan di wisuda”. Lanjut Aisyah sambil tersenyum memperlihatkan gigi ompongnya.

“Wow... anak bunda hebat”. Bunda memeluk anak semata wayangnya yang kini berusia 7 tahun.

“Ayah dimana bunda?”. Aisyah melepas pelukan ibunya dan mencari ayahnya .

“Ayah belum pulang nak?”. Jawab ibu

“Aisyah sana mandi dulu, baunya sudah asem tuh. Sudah itu kerjain PR ya”. Perintah bundanya.

“Baik bunda”. Aisyah berlari ke kamarnya.

Setelah mandi dan mengerjakan PR, Aisyah tak sabar menunggu sang Ayah. Matanya selalu melihat ke jam dinding dan ke arah pintu ruang tamu.

“Ayah belum pulang ya bun”. Keluh Aisyah.

“Sabar Aisyah, mungkin lagi macet di jalan”. Ibu menenangkan.

“Sudah mau maghrib bun, tidak biasanya ayah pulang telat”. Aisyah terlihat khawatir.

“Assalamu Alaikum”. Terdengar suara Ayah di balik pintu.

Aisyah berlari membuka pintu untuk sang Ayah.

 “Ayah... Ayah... Aisyah punya kabar gembira buat ayah”. Aisyah memegang tangan ayahnya sambil melompat-lompat.

“Hushh... bentar saja Aisyah, biarkan Ayah istirahat dulu. Ayah kan baru pulang, pasti capek”. Bunda menegur Aisyah.

“Biarkan saja bun”. Ayah tersenyum melihat wajah Aisyah yang ceria.

“Kabar gembira apa Aisyah?” Tanya Ayah ingin tahu.

“Sebentar lagi Aisyah akan khatam Al-Quran. Tinggal 1 juz lagi”.

“Wah hebat anak ayah”. Ayah mengelus rambut Aisyah. Bunda hanya menyimak.

“Kata Ummi Ana setelah khatam  tetap harus baca Al-Quran tiap hari. Biar Aisyah tidak lupa”. Aisyah kembali curhat kepada sang Ayah.

“Oh iya Aisyah... Harus rajin mengaji tiap hari biar dapat banyak pahala”. Ayah menambahkan.

“Ummi Ana juga bilang, kalau anak yang rajin membaca Al-Quran dan mengamalkannya, maka kedua orang tuanya akan mendapatkan mahkota dan kenikmatan di surga”. Aisyah menyampaikan nasihat dari guru mengajinya.

“Katanya lagi cahaya mahkota itu lebih terang dari cahaya matahari di dunia”. Lanjut Aisyah sambil merentangkan kedua tangannya

“Aisyah ingin rajin mengaji biar bisa memberikan mahkota itu untuk Ayah dan Bunda”. Ayah dan bunda terharu mendengarnya.

“Terima kasih nak... Insya Allah Aisyah jadi anak sholeha”. Ayah mencium kening Aisyah.

“Ayah...”. Aisyah menurunkan nada suaranya.

“Iya nak...” Jawab ayah.

“Kenapa Aisyah tidak pernah melihat dan mendengar Ayah mengaji?” Ayah terkejut mendengar pertanyaan anaknya.

Belum sempat menjawab pertanyaan Anaknya, Aisyah melanjutkan pertanyaannya “Apa Ayah tidak ingin memberikan mahkota untuk kakek dan nenek?”. Ayah hanya terdiam dan bertatapan dengan sang bunda. Ayah menjadi salah tingkah dengan pertanyaan Aisyah.



Flash Fiction 494 Kata
Diikutsertakan Dalam Lomba Menulis (Cerita) Flash Fiction Anak #AyoNgajiTiapHari















Beberapa waktu lalu saya lagi belajar bikin pancake dengan sedikit kreativitas ala chef nunu :D
Karena saat ini lagi bulan Ramadhan, stok kurma melimpah. Mengapa tak dicampur dengan pancake saja pikirku.

Biasanya pancake berkulit tebal dan agak padat. Tapi kali ini saya buat sedikit agak tipis kayak kue dadar tapi ga tipis-tipis banget juga, yang penting bisa di gulung.

Setelah upload foto Pancake Kurma Gulung Coklat Keju di Facebook ternyata banyak likers-nya dan komentar untuk berbagi resep.



Baiklah...Atas permintaan teman-teman facebook saya akan berbagi resepnya disini. Gampang kok buatnya.
Cocok buat takjil untuk berbuka puasa :D


Bahan :
  • 1 Bungkus Tepung Pancake Instant
  • 250 ml susu cair (kalau bisa yang low fat)
  • 1 butir telur
  • 2 sendok makan margarin dicairkan
  • 10 biji kurma di potong-potong kecil
  • Keju chedar parut
  • Coklat toping cair

Cara membuat :
  • Campurkan tepung pancake, susu cair, margarin cair, kurma dan telur dalam satu wadah. Aduk sampai rata.
  • Panaskan wajan anti lengket dan oleskan sedikit mentega
  • Tuangkan adonan ke wajan sebanyak satu sendok sayur
  • Biar matangnya merata, pada waktu menuangkan adonan tuangkan di tengah wajan
  • Balik jika adonan sudah terlihat sedikit berpori dan pinggirannya sudah sedikit mengeras
  • Angkat dan sisihkan di piring
  • Lakukan hal yang sama hingga adonan habis
  • Taburkan pancake dengan keju chedar parut dan tambahkan coklat toping
  • Setelah itu gulung pancake
  • Pancake Kurma Gulung Coklat Keju siap dihidangkan 
Selamat mencoba :)




Hati-hati dengan apa yang kamu baca dan apa yang kamu pikirkan!
Jika kamu membaca dan memikirkan hal positif maka dia akan membawa dan menuntunmu ke hal positif sesuai dengan apa yang kamu pikirkan.
Jika kamu membaca dan memikirkan hal negatif maka dia akan membawa dan menuntunmu ke hal negatif sesuai dengan apa yang kamu pikirkan.
So... Positive Thinking saja

Sekitar beberapa tahun yang lalu, saya sangat terhipnotis membaca novel-novel karya Andrea Hirata. Saya memiliki koleksi tetralogi Laskar Pelangi mulai dari novel Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov. Saking terhipnotisnya membayangkan tempat-tempat di pulau Belitung yang diceritakan di dalam novel-novel tersebut, alam bawa sadar saya secara tidak langsung mengatakan "suatu saat nanti saya akan ke Belitung". Hehe... dan nama blog saya juga terinspirasi dari novel tersebut :)



Dan kini ketika saya menulis postingan ini, saya berada di sebuah pulau yang dulu hanya terbayangkan melalui tulisan-tulisan Andrea Hirata dan di filmnya. Saat ini saya berada di Negeri Laskar Pelangi. 

Tangan Tuhan menjamah dan menggiring ke tempat ini melalui suratan takdirNya.
Terkadang Tuhan menjawab keinginan kita dengan cara yang unik dan tak terduga.
Mozaik kehidupan mempertemukan saya dengan pulau ini.

Tuhan menakdirkan saya menginjak pulau ini melalui jodoh yang diberikan kepada Ibu saya.
Tak pernah terpikirkan sebelumnya, segalanya terjadi begitu cepat, dan tak terduga
Kami tak pernah berpikir ibu akan menikah untuk kedua kalinya dengan orang Belitung pula.

Tak pernah terpikirkan pula kalau saya dan keluarga akan berpuasa dan berlebaran di Belitung.
Biasanya kami hanya berpuasa dan berlebaran di Makassar dan tak pernah mudik (Meskipun kami adalah orang Bugis-Bone asli tapi kami tak pernah mudik, karena kakek-nenek dan keluarga besar lebih banyak tinggal di Makassar).

Tak pernah terpikirkan juga, mendapatkan keluarga besar baru yang begitu ramah, hangat, dan menyenangkan.

Tanggal 13 Juli 2014, bertepatan dengan ulang tahun Ibu saya. Saya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di tanah belitung. Saya berangkat sendiri karena ibu saya sudah duluan berangkat sebelum Ramadhan. 

Dari Makassar - Belitung harus transit dulu di Jakarta, menunggu pesawat ke Belitung selama sekitar 3 Jam di Bandara Soekarno Hatta. Jakarta - Tanjung Pandan (Ibukota Belitung) hanya di tempuh dalam waktu 45 menit.

Melihat pulau Belitung dari atas pesawat ketika akan mendarat sungguh memanjakan mata. Bagaikan hamparan permadani hijau dan bukit-bukit nan hijau yang dibentangkan Tuhan di tanah belitung. Dari kejauhan saya dapat melihat hamparan kebun sawit yang tertata rapi. Memasuki tengah pulau, mulai terlihat beberapa area pasir putih yang merupakan bekas tambang timah. 

Tanjung Pandan, sebuah kota yang tenang, nyaman, dan bersih. Rumah-rumah tertata rapi, tak ada pemukiman padat penduduk. Rumah-rumahnya berhalaman luas dan bersih. Orang-orangnya ramah dan terbuka. Etnis melayu dan tionghoa hidup berbaur, berdampingan dengan damai dan saling menghargai (Maaf sebelumnya berbeda dengan di Makassar, etnis Tionghoa terkesan menutup diri dan sangat protektif). 

Tak ada angkot disini ataupun kendaraan umum lainnya seperti taksi, becak, dan bus. Hanya ada kendaraan pribadi seperti motor dan mobil.
Jadi masyarakat di Tanjung Pandan sebagian besar memiliki motor sebagai alat transportasi untuk menunjang aktivitas keseharian mereka.

Sebagai pecinta wisata kuliner dan seafood, disini surganya makanan laut yang segar-segar dan tentunya harganya murah. Ikan, kepiting, udang, cumi, kerang ukurannya jumbo-jumbo dan segar. Hehe... berat badan makin naik disini. (Untuk kuliner akan saya bahas di postingan yang berbeda)

Terus terang saya semakin jatuh cinta dengan pulau ini. Benar-benar nyaman dan tenang.



Masih banyak yang seru-seru di sini, tunggu postingan selanjutnya
Bersambung >>>> 













Yeayyyy.... Dapat Award lagi
Terima kasih buat kak Aida Al Fath sudah beri amanah dengan Award ini.

Lama ya ada ajang award seperti ini lagi. Dulu sempat nge-trend di Tahun 2011-2012 saling memberi award antar blogger. Tujuannya biar postingan makin rame, menjalin silaturahmi antar blogger, dan sebagai upaya menaikkan page rank tentunya.

Sebelumnya saya sudah mendapat beberapa award, hehe... saya lupa apa saja, ga sempat ubek-ubek arsip.

Tak perlu berlama-lama, mari jawab 11 pertanyaan dari kak Aida. 



  • Sebutkan satu kata untuk sisi baik dan buruk yang ada  pada dirimu! >>> sisi baik : senyum, sisi buruk : lelet
  • Lebih suka belanja di pasar tradisional atau di Mall? >>> Lebih suka pasar tradisional
  • Kalo punya sahabat seperti saya yang nggak punya pekerjaan menetap, Bagaimana kamu menyikapinya? >>> Setali tiga uang, saat ini saya sudah mengundurkan diri dari pekerjaan saya dan ingin mandiri dengan berbisnis. Jadi punya pekerjaan yang ga tetap enjoy saja. Yang penting cari rezeki yang halal
  • Suka makan di warung pinggir jalan atau tidak? >>> suka makan di warung
  • Paling suka menulis apa selama ini? >>> menulis tentang traveling dan kuliner
  • Siapa dan apa saja yang selalu menjadi motivasimu untuk ngeblog? >>> yang memotivasi saya nge-blog dengan benar adalah kak Mugniar. Motivasi ngeblog saya biasanya karena ingin ikut lomba
  • Kapan kali pertama mengenakan hijab dan kenapa? >>> Pertama kali memakai hijab ketika masuk bangku kuliah. Karena jilbab itu wajib bagi muslimah
  • Impian apa yang belum tercapai dalam hidupmu? >>> Banyak impianku, salah satunya umroh/haji bersama keluarga
  • Acara tivi apa yang paling kamu suka? >>> Khazanah dan Ragam Indonesia
  • Apa keuntungan yang kamu dapatkan dari komunitas menulis? >>> Banyak banget, salah satunya mendapat teman dan sahabat baru
  • Mau jadi penulis atau punya buku? >>> ada kata "atau" jadi harus memilih nih, sebenarnya pengen dua-duanya. Mau jadi penulis


  • Senang rasanya diizinkan masuk di kelasnya mba Okka Barokkah "Poetry Workshop For Women". Padahal saya sudah terlambat hampir sejam untuk mengikuti kelas tersebut. Di hari pertama MIWF  tanggal 4 Juni 2014 saya daftar 3 workshop sekaligus (serakah banget ya). Oh tidak... bukan serakah, itu karena saya kurang teliti melihat jadwal workshopnya yang jika diikuti semuanya jadinya bertabrakan jadwalnya. Jadi saya membabi buta mendaftar tiga workshop tersebut. H-1 MIWF saya baru nge-print tiketnya dan baru memperhatikan jadwalnya. 

    • Poetry workshop for women, with Okka Barokka, 4 Juni 2014, pukul 2.00 PM to 6.00 PM
    • International Program Workshop : An Authentic Story Teller, 4 Juni 2014, pukul 3.00 PM to 5.00 PM
    • International Program Workshop : Singing Your Poetry!, 4 Juni 2014, pukul 4.00 PM to 6.00 PM


    Pukul 14.40 saya tiba di Benteng Fort Rotterdam, belum terlalu ramai memang. Saya lihat ketiga tiketku rasanya tak memungkinkan lagi untuk ikut Poetry Workshop For Woman. Jadi saya ke Main Hall untuk ikut Workshop An Authentic Story Teller. Tapi setelah tiba di sana belum ada peserta yang hadir, hanya panitia yang sibuk hilir mudik mengatur persiapan workshop nanti. Saya lihat sekeliling belum ada teman-teman IIDN yang datang ataupun teman dari komunitas lain yang saya kenal.
    Saya pun berpikir mungkin salah satu atau beberapa teman ada yang sedang ikut kelas Poetry Workshop For Women. Ada baiknya saya mencoba ke sana dan bertemu dengan mereka. Soalnya bete menunggu sendirian di Main Hall.



    Saya bertanya ke panitia yang ada di ruangan itu
     “Dik, dimana tempat workshop ini, masih bisa ji masuk  walau telat?” sambil menunjukkan tiket saya. Lokasi yang tertulis di situ I Lagaligo Museum. Saya memang sering ke Fort Rotterdam tapi kurang tahu persis letak-letak gedungnya.

    “Siapa tahu masih bisa ji kak, mari saya antar ki” Jawab gadis berjilbab itu.

    Sesampai di I Lagaligo Museum kami bertanya kepada panitia yang ada disana sambil menunjukkan tiket saya. Panitia sepertinya sudah agak keberatan untuk mengizinkan saya masuk karena keterlambatan saya. Tapi dia masuk ke dalam ruangan dan bertanya kepada mba Okka.

    Akhirnya saya diizinkan masuk. Seorang wanita semampai, memakai dress panjang merah maroon, berambut pendek, dan berkacamata. Mbak Okka Barokka menyambut saya dengan ramah dan penuh keceriaan. 

    Cukup kaget sebenarnya. Belum duduk dengan manis saya sudah ditodong ke depan untuk memperkenalkan diri. Tapi memperkenalkan dirinya dengan cara yang berbeda (Maksudnya???)

    Saya juga cukup bingung bagaimana harus memperkenalkan diri apalagi harus dengan cara menyanyi, berpuisi, atau apalah itu. Kata mba Okka sebelumnya peserta yang lain satu per satu memperkenalkan diri dengan berbagai cara dan gaya unik peserta.

    Karena saya bingung dan speechless, akhirnya saya Cuma berkata “Hai... nama saya nunu” dengan nada ceria sambil melambaikan tangan.



    Peserta workshop yang hadir di ruangan ini tak terlalu banyak sekitar 14 orang dan tak ada satupun yang saya kenal.
    Karena telat datang saya sudah melewatkan sesi pemberian materi. Sesi berikutnya adalah masing-masing peserta membuat puisi dalam waktu 10 menit. Dan tema puisinya tentang “diri sendiri” dan masing-masing peserta harus membacanya di depan.

    “Hadeh... matemija, buat puisi saja jarang. Apalagi baca puisi dan didepan orang-orang”. Kataku dalam hati. “Saya salah masuk workshop nih”.

    Sebelum kami ke depan untuk membaca puisi masing-masing, mba Okka memberikan contoh cara membaca puisi.
    Saya seperti tersihir menyimak mba Okka memberi materi kepada kami semua. Lucu, ceria, kreatif, interaktif, dan padat. Apa lagi ketika mba Okka membaca puisi berbahasa inggris. Saya memandangnya dengan terkesima walaupun saya tidak begitu paham artinya saya hanya bisa berkata dalam hati “WoW... WoW... dan WoW”.

    Mba Okka membuka wawasan saya tentang puisi. Membaca puisi tak harus selalu dengan cara deklamasi. Mba Okka mencontohkan beberapa gaya berpuisi dan dengan intonasi yang berbeda.

    Kami pun naik satu per satu membacakan puisinya. Kelas yang sangat interaktif karena tiap teman-teman yang sudah membacakan puisinya kita diharuskan mengomentari teman kita tersebut. Entah itu dari isi puisinya, cara membacanya, penekanan, penghayatan, intonasi, mimik, kontak mata, dan sebagainya.

    Teman-teman yang sudah naik membaca puisi mereka bagus-bagus semua. Bahkan ada yang membuat saya terharu dan menitikkan airmata dengan puisinya.

    Jadi kepikiran, kalau saya kedepan membaca puisi saya harus bagaimana? Apa saya bisa sebaik mereka? Saya sedikit malu dengan puisi dadakan buatan saya hehe... entahlah apa itu masih bisa dibilang puisi ya :D

    Tiba giliran saya. Entah dapat keberanian darimana bisa naik ke depan se-PeDe itu. Sebelum membaca puisi, saya intermezo dulu alias basa-basi.

    “Sebenarnya ini pertama kalinya saya membaca puisi di depan banyak orang. Saya juga jarang menulis puisi. Saya hanya penikmat puisi. Senang melihat orang membaca puisi. Kalau kurang jelas mohon dimaklumi”

    Nunu

    Nunu, itu nama saya
    Nunu, saya selalu disapa seperti itu
    Nunu, Empat huruf yang terkandung didalamnya


    Empat huruf itu ada filosofinya
    Kalian tahu apa itu?
    N, Nunu selalu tersenyum disaat sulit maupun senang
    U, Usiaku dua puluh sembilan
    Tapi jiwaku masih seperti berusia tujuh belas
    N, Nunu seorang perempuan yang selalu bersemangat dalam hidupnya
    U, Untuk kalian puisi ini dan sekarang kalian telah mengenalku


    WoW... Surprise banget, seisi ruangan mengapresiasi saya. Mereka menyukai cara membaca puisi. Mba Okka sampai memberikan saya pelukan.

    Kata mereka saya begitu menghayati puisi saya. Saya memang menghayatinya bahkan di bait “N, Nunu seorang perempuan yang selalu bersemangat dalam hidupnya”  saya sedikit tercekat menahan tangis dengan suara agak parau.

    Saya berusaha mempraktekkan cara mba Okka membaca puisi. Tidak harus selalu dengan deklamasi, membuat gerakan-gerakan, dan kontak mata dengan penonton.

    Walaupun saya tak sempat ikut sesi awal yang berisi teori. Saya bisa dapat inti dari workshop ini, karena kelasnya sangat interaktif. Lebih banyak praktek di banding teori. Workshop yang tidak satu arah saja. Tapi kami bisa saling berinteraksi, bebas berkreatifitas dan berkomentar. Dan saya merasa sangat beruntung bisa mengikuti workshop ini.

    Bayangan saya sebelumnya workshop ini sama seperti workshop-workshop yang sering saya ikuti. Setelah pematerinya cuap-cuap mempresentasikan materinya sampe bikin kita ngantuk. Baru sesi terakhir tanya jawab.

    Kelas Workshop ini benar-benar beda. Kelas yang WOW.
    Hehe... saya sampai lupa ada dua  workshop yang terlewatkan.

    Workshop Poetry For Women berakhir sampai pukul 18.30. Lama ya!!!
    Iya lama... setelah membaca puisi masing-masing, kami diberi challenge lagi membuat puisi tapi kali ini bersama teman-teman. Masing-masing berpasangan. Saya berpasangan dengan vika. Mahasiswi cantik yang pandai sekali merangkai kata menjadi puisi.
    Mba Okka menawarkan kami tampil di acara Closing Ceremony MIWF 2014 dan membaca puisi masing-masing.
    WoW... tawaran yang menggiurkan. Tapi sayang saya tidak bisa menghadiri Closing Ceremony karena tanggal 7 Juni 2014 adikku menikah.

    Selesai workshop saya tidak menyangka di cegat sama seorang wartawati. Dia dari koran Tempo Makassar. Dia mau mewawancarai saya karena tadi di kelas Workshop Poetry For Woman dia melihat saya membaca puisi. (Ups... saya baru sadar ada wartawan tadi di dalam kelas).
    Btw, ada yang punya korannya tidak?

    Yup... itu dulu kawan, sedikit coretan pengalaman saya mengikuti MIWF 2014. Semoga bermanfaat.















    Newer Posts Older Posts Home

    Verified Blog

    Seedbacklink

    Search This Blog

    ABOUT ME

    POPULAR POSTS

    • Jenis-Jenis Startup dan Peran Mereka dalam Dunia Bisnis
    • Cara Meletakkan Label Pada Menu Navigasi
    • Dukung Asian Games 2018, Bagi Ceritamu dan Menangkan Hadiahnya
    • Mengenal Label dan Fungsinya di Blog
    • Catch Your Dream and Boost Your Mood With Casio Colorful Calculator
    • Mengenal Google Analytics dan Memasang Kode Pelacakan di Blog
    • Pustaka Kampung Impian: Menyalakan Literasi di Ujung Barat Nusantara
    • Sulitnya Mendapatkan Surat Keterangan Jenis Disabilitas
    • Mudahnya Membuat Paspor Tanpa Calo
    • Polusi dan Kabut Asap Ancaman di Tengah Pandemi
    Powered by Blogger.

    Followers

    Labels

    agritech ai aksesibilitas artificial intellegence asuransi asus Award baju distro baju lebaran Bantimurung Objek Wisata Terbaik Di Sulawesi Selatan BCA beasiswa lpdp berbagi bihun goreng blockchain blogger Blogger Nusantara Blogger Perempuan bloggerday blogging blogholicid bloglicious bodysuit bts bubur bubur manado budaya Buku busana muslim buzzer casio cerita challenge cheddar cloud computing Curhat Descendants of The Sun digital digitalisasi disabilitas Disclosure doa anak doa bangun tidur drama korea E-Business e-voting Email film fotografi gadget galaukan setan Gerak Jalan Santai handsock hijab HUT Sulawesi Selatan IndiHome indonesia Info Info. Blogging inovasi internet internet provider iot job review kartu AS kecerdasan buatan keju kesehatan Kipas Angin Miyako klinik komunitas kopdar kraft Kucing Kuliah kuliner laptop LAPTOP GAMING lebaran Lomba lpdp makanan indonesia makassar manado maros masyarakat media Media Sosial medikids Mind Miss Deaf mom blogger Monetize multigrain musik Nunu Nunu Amir Nunu Talk oreo other pandangan pantai losari pemilu pengalaman personal branding Pesantren Impian Puisi pustaka kampung impian radio ramadhan RBT religi reportase resensi buku resep Resolusi Juara review robotic robotic process automation samsung galaxy s6 samsung galaxy s6 edge sehat Sekolah Blog SEO sharing sinarmas slice of life smart contract smartphone Social Media Song Hye Kyo Song Joong Ki sosial sponsored post startup strartup surat cinta untuk kartini tabungan online telkom university TelkomIndonesia Teman Wajib Anda time toefl toleransi Tourism transformasi digital traveling tutorial Tutorial Blog Tutorial Web Design uang panai unik uricran useetv video waktu webinar website wonderful Workshop Writing zenfone 9

    Blog Archive

    • ▼  2025 (4)
      • ▼  December (1)
        • ASUS Vivobook S14 M3407KA Berikan Pengalaman Lapto...
      • ►  September (2)
      • ►  April (1)
    • ►  2024 (35)
      • ►  November (1)
      • ►  October (1)
      • ►  August (1)
      • ►  July (2)
      • ►  April (2)
      • ►  March (12)
      • ►  February (7)
      • ►  January (9)
    • ►  2023 (7)
      • ►  August (2)
      • ►  July (2)
      • ►  May (2)
      • ►  April (1)
    • ►  2022 (35)
      • ►  December (1)
      • ►  November (1)
      • ►  October (2)
      • ►  September (6)
      • ►  August (6)
      • ►  July (2)
      • ►  June (3)
      • ►  May (5)
      • ►  April (1)
      • ►  February (5)
      • ►  January (3)
    • ►  2021 (22)
      • ►  December (2)
      • ►  November (6)
      • ►  October (2)
      • ►  September (3)
      • ►  August (2)
      • ►  June (2)
      • ►  May (1)
      • ►  April (1)
      • ►  March (1)
      • ►  February (1)
      • ►  January (1)
    • ►  2020 (18)
      • ►  November (1)
      • ►  September (4)
      • ►  August (1)
      • ►  June (1)
      • ►  May (1)
      • ►  April (4)
      • ►  March (1)
      • ►  February (3)
      • ►  January (2)
    • ►  2019 (2)
      • ►  February (1)
      • ►  January (1)
    • ►  2018 (13)
      • ►  December (2)
      • ►  November (3)
      • ►  October (1)
      • ►  September (1)
      • ►  August (2)
      • ►  July (1)
      • ►  March (1)
      • ►  January (2)
    • ►  2017 (26)
      • ►  July (4)
      • ►  June (2)
      • ►  May (3)
      • ►  April (5)
      • ►  March (2)
      • ►  February (3)
      • ►  January (7)
    • ►  2016 (75)
      • ►  December (2)
      • ►  November (14)
      • ►  October (8)
      • ►  September (13)
      • ►  August (1)
      • ►  July (5)
      • ►  June (13)
      • ►  May (6)
      • ►  April (10)
      • ►  March (3)
    • ►  2015 (18)
      • ►  December (1)
      • ►  November (1)
      • ►  October (2)
      • ►  September (1)
      • ►  August (1)
      • ►  July (2)
      • ►  June (2)
      • ►  May (2)
      • ►  March (1)
      • ►  February (3)
      • ►  January (2)
    • ►  2014 (13)
      • ►  December (2)
      • ►  November (1)
      • ►  July (3)
      • ►  June (2)
      • ►  April (1)
      • ►  March (2)
      • ►  February (2)
    • ►  2013 (32)
      • ►  December (4)
      • ►  November (1)
      • ►  October (3)
      • ►  September (1)
      • ►  July (1)
      • ►  June (1)
      • ►  May (6)
      • ►  April (2)
      • ►  March (3)
      • ►  February (7)
      • ►  January (3)
    • ►  2012 (46)
      • ►  December (1)
      • ►  November (3)
      • ►  October (4)
      • ►  September (6)
      • ►  August (2)
      • ►  July (3)
      • ►  June (4)
      • ►  May (1)
      • ►  April (6)
      • ►  March (4)
      • ►  February (6)
      • ►  January (6)
    • ►  2011 (57)
      • ►  December (4)
      • ►  November (13)
      • ►  October (14)
      • ►  September (2)
      • ►  August (5)
      • ►  July (8)
      • ►  June (7)
      • ►  May (1)
      • ►  April (3)

    Sidebar Ads

    Total Pageviews

    Subscribe To

    Posts
    Atom
    Posts
    All Comments
    Atom
    All Comments

    Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template