7/10/2011
0
Bismillahirrahmanirrahim....


Macet lagi...macet lagi...
Gara-gara si Komo lewat...
Pak Polisi bingung...
Orang-orang ikut bingung...

Sepenggal lagu yang dilantunkan oleh "Melisa" diatas mengingatkanku pada era 90-an, kira-kira aku kelas 2 SD waktu itu. Lagu itu cukup populer dikalangan anak-anak pada era itu. Lagu tersebut menggambarkan tentang kemacetan di kota Jakarta gara-gara ada si Komo lewat yang ingin berkeliling di kota Jakarta. Weleh...Weleh...Weleh....

Hehehhe.... tapi so pasti pada kenyataannya bukan si Komo yang membuat Jakarta macet kan... itu cuman kiasan... banyak faktor yang menyebabkan kemacetan di Jakarta dan sampai sekarang Pemerintah Kota setempat belum menemukan formula yang tepat untuk meminimalisir kemacetan di Ibukota.

OK...
Di postinganku kali ini aku ga akan bahas tentang kemacetan yang ada di Ibukota Negara kita tercinta.
Tapi aku ingin bahas tentang yang kemacetan yang terjadi di kota saya tercinta yakni kota Makassar.
Kian hari kota Anging Mamiri ini kemacetannya makin parah. Apalagi pada hari ini Sabtu 9 Juli 2011 Macetnya parah banget.

Berbagi pengalaman tentang kemacetan boleh dong...

Aku naik angkot (dalam bahasa makassar kami menyebutnya Pete-pete) dari sudiang menuju ke rumah pukul 16.00, tau ga... aku baru nyampe di rumah jam 19.00...
GILA... Bisa-bisa aku tua di jalan nih. Ada 3 jam terjebak macet, mulai macet dari pintu depan Pintu II UNHAS sampai di SPN Batua, kacian Pak Polisi jadi kewalahan mengatasi kemacetan.

Sampe-sampe aku 3 kali ganti angkot. Angkot ke-1 mogok gara-gara macetnya kelamaan tuh (kacian... pak Supirnya pasti rugi, boros bensin kan), Angkot ke-2 aku salah naik, gara-gara aku kurang memperhatikan soalnya udah malam dan buru-buru naik takut kesambar motor yang suka nyalip-nyalip. Angkot ke-3 Alhamdulillah jurusannya dah benar.

Btw, kalian tau ga sih penyebab kemacetan panjang tersebut. Cek & Ricek menurut pengamatan langsung saya di TKP ternyata di depan SPN Batua kendaraan yang dari arah Kota menuju Daya-Sudiang mengambil separuh badan jalan yang bukan diperuntukkan untuk mereka wal hasil lalu lintas jadi makin semrawut kan, mau buru-buru, mau menghindari kemacetan tapi malah membuat makin macet dan merugikan orang banyak. Ckckckck... ini dia nih contoh warga masyarakat yang tidak tertib dalam berlalu lintas. 


Faktor lain yang menyebabkan kemacetan di kota Makassar adalah tidak seimbangnya jumlah kendaraan yang ada saat ini  dengan ruas jalan yang tersedia. Syukurlah, Pemkot mulai memperlebar ruas jalan contohnya di Jl. Perintis Kemerdekaan dan Jl. AP. Pettarani (Berdasarkan pengamatan harian saya karena saya sering melalui jalan tersebut). Solusi lain menurut saya agar jumlah kendaraan tidak membludak harus ada pembatasan terhadap penjualan kendaraan bermotor. Btw, bisa ga terrealisasi??? tp kacian juga ya dealer motor dan mobil omzet bisa menurun tuh.


Penyebab kemacetan lain adalah pada waktu musim hujan banyak air yang menggenangi jalan raya contohnya di jalan Perintis kemerdekaan (Depan UIM sampai STIMIK Dipanegara). Jika sudah tergenang itu bisa menyebabkan kemacetan panjang. Pemerintah Kota sebaiknya memperbaiki sistem drainase yang ada di kota ini.


Faktor lain lagi yang kadang membuat macet kota Makassar adalah demo Anarkis Mahasiswa (buat para aktivis mahasiswa saya salut dengan Aspirasi yang kalian sampaikan, tapi kalau sudah anarkis itu bisa merugikan orang banyak, akhirnya maasyarakat jadi kurang simpati dengan kalian). Pengalaman saya November 2010 lalu pada waktu aksi bentrok Mahasiswa dan Polisi, terjadi kemacetan parah dan Makassar lumpuh selama beberapa jam. Buat para aktivis mahasiswa saya berharap lakukanlah aksi demo dengan damai.


OK... kawan...
Itulah beberapa ulasan saya mengenai kemacetan di Kota Makassar. Mungkin masih banyak kekurangan pada tulisan saya diatas. Apa yang saya tulis diatas berdasarkan fakta nyata yang saya alami sendiri di keseharian saya. Tulisan saya ini merupakan bentuk untuk mengungkapkan aspirasi saya yang sifatnya positif dan membangun dan saya tidak bermaksud untuk menyinggung pihak-pihak manapun yang berkepentingan. Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.




0 comments:

Post a Comment

Silakan Berikan Komentar, Saran, dan Kritik Untuk Postingan Ini, yang sopan ya ^^ dan please jangan spam

Followers

My Community

Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri Photobucket Photobucket
kumpulan-emak-blogger Blogger Perempuan

Blogger Reporter Indonesia

ID Corners