1/22/2012
0
Bismillahirrahmanirrahim....

Blind Cafe - Menikmati makan dan minum di tempat yang penuh dengan cahaya itu sudah sering kita rasakan. Tapi pernahkah anda bersantap dalam keadaan gelap gulita???
Mungkin beberapa dari kita pernah merasakannya, pada waktu listrik padam tentunya tapi  kita pastinya  sudah buru-buru mencari senter atau lilin agar bisa mendapatkan sedikit cahaya dan kembali melanjutkan makan.

Tapi cafe yang satu ini memberikan anda sensasi bersantap yang unik, benar-benar gelap gulita, tanpa sumber penerangan apapun baik senter, lilin, ataupun handphone. Blind Cafe namanya berlokasi di Kalibata City Square, Jakarta Selatan. Lokasi yang strategis karena mudah dijangkau dengan angkutan umum maupun kereta api. Nunu sang pemimpi sendiri kesana menggunakan kereta/commuter dari stasiun Kota/Beos lalu turun di stasiun Duren Kalibata. Nah... begitu keluar dari statisun kita langsung di suguhi view kompleks apartemen Kalibata City. Gampang kan dapatnya....

Cafe ini di kelola oleh teman-teman penyandang disabilitas ada yang tuna daksa, tuna rungu, tuna netra, dan tuna grahita. Mereka baik-baik dan ramah pula. So... para pengunjung bisa ikut berinteraksi dengan mereka, saya rasa ini merupakan hal yang positif karena dapat membangun pandangan masyarakat terhadap penyandang disabilitas yang seperti kita tahu masih banyak negatif dan pesimistis terhadap kami.




Blind Cafe buka setiap hari dari pukul 1 siang sampai dengan jam 9 malam, khusus untuk hari sabtu mulai di buka jam 9 pagi. Untuk soal menu makanan dan minumannya di jamin enak dan murah meriah, gak bakal nyesel dech datang ke kafe ini.

Btw, mengapa harus bergelap-gelapan sih???

Di Blind Cafe kita diajak untuk merasakan suasana makan dengan sensasi yang berbeda di dalam ruang yang gelap/kedap cahaya. Tujuannya meningkatkan rasa soliraditas kepada dan sesama penyandang disabilitas, karena sesuai dengan konsep "Be A Friend Of Disability" yang di selenggarakan oleh Kalibata City Square bekerjasama dengan Mimi Institute maka di "Experience Of Blind Cafe" ini para pengunjung selain mendapat pengalaman baru dan unik juga bisa merasakan aktivitas sebagaimana saudara-saudara kita penyandang tuna netra, serta akan lebih meningkatkan solidaritas.



Berada didalam kafe ini kita diajak merenung dan bersyukur betapa besar dan berharganya nikmat penglihatan yang diberikan Allah kepada kita. Coba seandainya Allah mencabut beberapa menit saja nikmat penglihatan itu betapa panglingnya kita, pasti sudah meraba ini dan itu, nabrak kesana kemari, dan tersandung.

Beruntunglah pada waktu masuk ke ruang gelap kita dituntun jadi ga sampe nabrak kursi dan meja yang ada di ruangan tersebut. Meskipun di tuntun ada rasa takut juga sih (hehehe.... soalnya saya rada takut gelap) so... saya tutup mata saja (hehehe....bego ya, tutup mata atau tidak sama saja GELAP).


Oh... ya tadi saya sebut ruang gelap ya.... artinya ada ruang terang juga donk...
Iya, bagian luar cafe ini terang benderang kok, juga ada beberapa meja dan kursi disana. So... anda tinggal memilih mau makan ditempat yang terang atau bergelap-gelapan ria.


Bagi nunu sang pemimpi sendiri, berkunjung ke kafe ini merupakan sebuah pengalaman yang benar-benar unik dan sangat berkesan. Semoga cafe ini bisa terus exist ya ^_^



Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya ruh (ciptaan)Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. As-Sajdah (ayat 9)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan. Ar-Rahman(ayat 13)  



0 comments:

Post a Comment

Silakan Berikan Komentar, Saran, dan Kritik Untuk Postingan Ini, yang sopan ya ^^ dan please jangan spam

Followers

My Community

Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri Photobucket Photobucket
kumpulan-emak-blogger Blogger Perempuan

Blogger Reporter Indonesia

ID Corners