Resensi Salon Kepribadian : Jangan Jadi Muslimah Nyebelin


Judul : Salon Kepribadian Jangan Jadi Muslimah Nyebelin
Penulis : Asma Nadia
Penerbit : Asma Nadia Publishing House
Terbit : Maret, 2013
Halaman : 312 halaman
ISBN : 978-602-9055-15-3


Bukan hanya wajah dan rambut yang perlu di rehab, tetapi ada yang lebih
 penting untuk diperbaiki, yaitu akhlak. Lisan dan tingkah laku, juga mengoreksi hal-hal terkait penampilan yang ujung-ujungnya mencerminkan kepribadianmu.

------------------------------

Sebuah buku non fiksi yang T.O.P abis deh. Wajib dibaca dan bisa dijadikan rujukan bagi para muslimah baik yang berkerudung ataupun yang belum. Asma Nadia mengajak kita berkaca dan mengintrospeksi diri sebagai seorang muslimah dari hal-hal kecil dan remeh menurut kita seperti kebersihan diri, penampilan, cara berbicara, sikap perilaku, ibadah, dan banyak lagi.

Dibuku ini Asma Nadia bukan hanya memaparkan pengalaman pribadinya sendiri tapi juga memberi kesempatan kepada masyarakat umum hingga aktivis da'wah untuk berbagi cerita dan komentar, sekaligus mbak Asma Nadia ngasih solusi dan tips & trik biar hal-hal yang nyebelin orang-orang di sekeliling kita bisa berkurang kalau perlu dihilangin. 

Salah satu bab yang saya sukai adalah "Bab I : Yang Remeh Yang Mengganggu". Bau secara kata memang hanya tiga huruf. Tapi pengaruhnya dalam kehidupan nyata benar-benar luar biasa. Orang jelas sebal dan nggak mau dekat-dekat, kalau kamu bau. Salah satunya adalah bau keringat, Asli mematikan. Biar pun cantik, tinggi, langsing, penampilanmu ngalahin siapapun yang paling ngetop di jagat ini, tapi kalau bau, siapa yang kuat dekat-dekat?

Tips dan Tricks yang diberikan oleh mbak Asma Nadia di buku ini adalah : ganti jilbabmu (Jangan karena malas nyuci trus jilbab yang sama di pakai selama 2 hari), ganti baju (jangan pakai baju yang sama selama 2 hari), pakai anti BB, Mandi (Harus rajin mandi, minimal 2 kali sehari), hindari makanan dan minuman yang merangsang bau badan, ekstra baju salin.

Gaya penulisan yang santai, meremaja banget, nyindir plus menggelitik kadang bikin ngakak, membuat pembaca maksudnya saya pribadi kayak di timpuk sama buku ini "eh... saya sering kayak gitu", "duh... kebiasaan buruk saya tuh", "kadang ga sadar sering melakukan hal itu", "itu kebiasaan jorok saya". Jadinya mengoreksi diri sendiri plus memperbaikinya.

Nilai minusnya apa ya???? sepertinya dalil-dalilnya yang berasal dari Al-Quran dan Hadist Rasullah SAW masih kurang. Mungkin dicetakan berikutnya bisa lebih di revisi lagi.



0 comments

Silakan Berikan Komentar, Saran, dan Kritik Untuk Postingan Ini, yang sopan ya ^^ dan please jangan spam