6/26/2012
24
Aku bangga menjadi warga negara Indonesia. Sebuah negeri indah yang dikenal sebagai zamrud khatulistiwa dengan beribu pulau yang berderet indah dari Sabang hingga ke Marauke. Duhai, betapa elok negeri ini pesona alamnya yang tropis sungguh memanjakan mata. Gunung-gunungnya menjulang tinggi dengan gagahnya, sungainya berkelok indah, hamparan pepohonan menyejukkan raga, tanaman dan buah-buahan tumbuh subur di bumi pertiwi ini, berbagai keanekaragaman bahari dan hayati yang tersebar di penjuru nusantara, belum lagi kekayaan hasil tambang yang terkandung di perut buminya. Tak salah jika orang timur tengah yang datang berkunjung ke Indonesia mereka menjuluki negeri kita sebagai "Surga Dunia".

Kita sebagai orang Indonesia patut bersyukur karena Tuhan merahmati bumi Indonesia dengan berbagai keindahan dan kekayaan alam. Bukan cuma itu, Indonesia itu unik karena merupakan negara kepulauan dengan segala kebhinekaannya. Berbagai macam agama, etnis, ras dan suku hidup rukun dan damai. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memiliki kurang lebih 1.128 suku bangsa. Wow, dengan jumlah suku yang banyak ini tentunya masing-masing suku melahirkan bahasa, budaya, tradisi dan adat istiadat yang berbeda-berbeda. Kita patut berbangga di tengah kemajemukan itu kita tetap bisa bersatu dan saling menghargai satu dengan yang lain.

Berbicara soal tradisi, meskipun suku-suku di Indonesia memiliki perbedaan adat istiadat dan budaya tapi ada satu tradisi yang hampir semua suku menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari yaitu tradisi mencium tangan orang yang lebih tua. Di negeri barat juga ada tradisi cium tangan tapi cium tangan seorang laki-laki kepada seorang wanita sebagai bentuk penghormatan kepada kaum hawa.

Tradisi mencium tangan orang yang lebih tua memang sudah mengakar dalam keseharian masyarakat Indonesia. Sebuah bentuk penghormatan dan gambaran budi pekerti luhur yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi.


Saya sendiri sedari kecil sudah dididik untuk mencium tangan orang yang lebih tua sebagai penghargaan dan sopan santun. Ketika berpamitan akan berangkat ke sekolah ataupun bepergian ke suatu tempat mencium tangan orang tua adalah hal yang wajib dilakukan. Pada saat bertemu Paman ataupun Bibi, Ibu/Bapak Guru, atau siapapun yang lebih tua dan dihormati mencium tangan adalah sebuah keharusan.

Bukan pemandangan aneh lagi di Indonesia jika kita melihat bayi-bayi berusia setahun sudah dididik untuk mencium tangan. “Yuk, salim/salaman dulu sama om. Eitss.. salim ya pake tangan kanan” ataukah “Afika, cium tangan tante dulu dong. Tante sudah mau pulang nih” dengan jemari mungilnya menjabat tangan orang dewasa tersebut, sedikit membungkukkan badan dan memonyongkan bibirnya di punggung tangan orang yang disalaminya.

Di Jawa sendiri ada sebuah tradisi mencium tangan yang disebut dengan Sungkeman. Sungkeman berasal dari kata sungkem yang berarti mencium tangan dengan posisi setengah jongkok atau bersimpuh. Sungkeman ini menjadi tradisi ketika hari raya Idul Fitri dengan tujuan untuk meminta maaf atas segala kesalahan yang pernah dilakukan kepada orang tua. Selain hari lebaran, sungkeman ini biasa juga dilakukan pada acara pernikahan.

Di daerah asal saya sendiri yaitu Makassar – Sulawesi Selatan, tradisi cium tangan kepada orang yang lebih tua masih dilestarikan dengan baik. Untuk lebih menyakinkan bahwa cium tangan adalah tradisi masyarakat Indonesia saya melakukan riset kecil-kecilan. Saya sedikit mewawancarai beberapa teman saya yang berasal dari beberapa daerah di luar Sulawesi Selatan misalnya Palembang, Padang, dan Banjarmasin dan ternyata cium tangan kepada orang yang lebih tua adalah juga menjadi sebuah tradisi di daerah mereka.  

Pernah ada seorang wanita etnis Tionghoa yang bertanya padaku tentang tradisi cium tangan ini. “Apakah tradisi cium tangan itu adalah tradisi dalam agama islam?”. Saya pun menjawab “Setahuku bukan bu, itu sudah menjadi tradisi turun temurun di masyarakat Indonesia”.

Sebenarnya kalau mau dibilang budaya Islam tidak juga, entah darimana tradisi ini berasal. Karena di negeri Arab sendiri cium tangan dulu pernah menjadi tradisi, terutama cium tangan kepada Raja dan keluarga kerajaan. Tapi sejak tahun 2005, Raja Abdullah telah mengakhiri tradisi mencium tangan keluarga kerajaan yang telah berjalan selama ini dan menilainya sebagai tradisi impor. (Ehm... entah maksudnya impor darimana?)

Ibuku dulu pernah mengajar di sebuah Taman Kanak-Kanak Katolik. Tradisi cium tangan kepada guru dan orang yang lebih tua juga diajarkan sejak dini di sekolah tersebut. Jadi saya rasa tradisi ini tak terbatas hanya bagi kalangan muslim saja, non muslim juga melakukan hal yang sama.

Tradisi cium tangan ini patut kita banggakan. Mengapa?
Karena orang-orang di luar Indonesia kagum dengan tradisi ini. Saya membaca salah satu artikel bertajuk “Guru Australia : Saya Kaget Murid Cium Tangan”. Beberapa Guru asal Australia yang diberikan kesempatan untuk mengajar beberapa minggu di Indonesia, mengaku banyak menemui hal menarik yang tidak mereka temui di negara mereka. “Saya melihat murid-murid di Indonesia sangat menghormati guru mereka. Jujur, saya kaget dengan tradisi murid-murid mencium tangan saya sebagai bentuk penghormatan terhadap guru," tutur Emily Sullivan, seorang pengajar dari Our Lady of Sacred Heart College, Adelaide, di Jakarta.

Nah, terbuktikan bahwa tradisi cium tangan kepada orang yang lebih tua memang paling Indonesia.

Tradisi dan Budaya Indonesia harus selalu kita lestarikan karena itu adalah identitas kita sebagai orang Indonesia. Jangan biarkan arus globalisasi dan penetrasi budaya asing membuat nilai-nilai kesantunan dan kesopanan kita luntur. Siapa lagi yang bisa menjaga dan melestarikan tradisi dan budaya Indonesia selain orang Indonesia sendiri. Jangan sampai kita baru menyadari sebuah budaya dan tradisi itu milik kita setelah  di klaim oleh negara lain.  


* Tulisan ini diikutsertakan pada Lomba Blog Paling Indonesia




24 comments:

  1. Sayangnya, kebiasaan itu mulai luntur sekarang. Mungkin mereka tak tahu, akan sebuah senyum yang terbentuk pada orangtua yang kita hormati..
    Mungkin mereka tak paham,akan berkah yang terselip dari doa mereka seraya kita mencium tangannya..

    Hayo! Jangan sampai kebiasaan ini luntur!
    Bukti, bahwa kita menjunjung tinggi akan hormat-menghormati.. :)

    ReplyDelete
  2. saya dari kecilpun diajarkan mencium tangan mama' dan bapak sebelum pergi sekolah, lebaran, dll lah. sukses ya mbak....

    ReplyDelete
  3. mantap, semoga juara,,saya juga ikut lomba yang sama

    ReplyDelete
  4. bagus artikelnya..makasih udah share yaa...mudah2an bisa dijadikan contoh ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih...
      Iya tradisi ini hrs ttp d lestarikan ^^

      Delete
  5. Wah keren nie..
    sebuah pembahasan yang menarik dan mungkin tidak semua orang berfikir tentang ini, kadang dianggap sepele..
    sukses buat kontesnya..

    ReplyDelete
  6. biasanya saya sun tangan kepada orang yang lebih tua heheheeee :D
    kalo sama ibu biasanya sun pipi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yg penting tetap melestarikan tradisi ini

      Delete
  7. Replies
    1. Yup, Indonesia banget ya bro...

      Delete
  8. kunjungan gan,bagi - bagi motivasi
    Hal mudah akan terasa sulit jika yg pertama dipikirkan adalah kata SULIT. Yakinlah bahwa kita memiliki kemampuan dan kekuatan.
    ditunggu kunjungan baliknya yaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, atas motivasix ^^

      Delete
  9. Semangat mengindonesiakan indonesia...
    semangat Indonesia!!
    salam anak negeri

    Blogwalking & Mengundang juga blogger Indonesia hadir di
    Lounge Event Tempat Makan Favorit Blogger+ Indonesia

    Salam Spirit Blogger Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. SEMANGAT '45 Bro...
      Salam Blogger
      Thx buat kunjunganx ^^

      Delete
  10. Keren Nunu. ternyata cium tangan itu memang budaya Indonesia ya :)
    Moga menang yah. Besok pengumumannya di' ...

    ReplyDelete
  11. AMIN Terima kasih k'...
    Semoga kk menang juga...
    Btw, pengumumanx blm ada mgkn krn bykx artikel yg d dftrkan

    ReplyDelete
  12. Iya banget nih Kak, budaya cium tangan terbawa juga ke tempat perantauan. Kayak udah melekat dan ga bisa lepas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya... sudah membudaya dlm diri kita masing2

      Delete
  13. Aku si pilih2, biasanya cium tangan hanya kepada orang tua dan yang masih ada hubungan kerabat dekat, kalau dikantor si enggak lah yaw, klo di kantor sama yang lebih tua paling jabat tangan, kalo sampe cium tangan rasanya lebay dan toh bukan muhrim hehehe .... jadi yaaa, yang wajar saja lah, toh bentuk menghormati bisa dengan banyak cara ...

    tapi kalau untuk keluarga dekat, apalagi ortu kandung siii, wajibbb ... :)

    ReplyDelete
  14. Duhhh..maaf yahh...di Manado gak ada tuh yang kayak gini...
    gak usah bilang dari Sabang sampe Merauke keleess...

    ReplyDelete

Silakan Berikan Komentar, Saran, dan Kritik Untuk Postingan Ini, yang sopan ya ^^ dan please jangan spam

Followers

My Community

Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri Photobucket Photobucket
kumpulan-emak-blogger Blogger Perempuan

Blogger Reporter Indonesia

ID Corners