Nunu Amir Blog
  • Home
  • About
  • Disclosure
  • Features
    • Berbagi
    • Digital
    • Review
      • Gadget
      • Produk
      • Webinar
      • Website
      • Buku
      • Kesehatan
    • Slice of Life
    • Buku Saya
    • Religi
    • Traveling
    • Resep
  • Contact Us




Akhirnya lulus juga!

Setelah 4 semester harus berjuang bekerja sambil kuliah.
Pulang kerja pukul 5 sore, lalu lanjut ke kampus hingga pukul 09.00 malam bahkan bisa lebih. Belum lagi kalau ada tugas wkwkwk... waktu tidur dan jalan-jalan berkurang.

Kerja sambil kuliah butuh effort yang lebih. Waktu, biaya, energi, otak yang tahu rasanya pasti paham ya.
Apalagi jika lanjutin kuliahnya di usia kepala tiga, weleh-weleh... loading otaknya sudah ga secepat usia 20-an. 

Banyak yang mengira saya kuliah buat lanjut ke jenjang S2.
NO!

Hehehe... saya tamatan D3 dan lanjut kuliah S1. Seandainya saya bukan ASN saya ga kepikiran buat lanjutin ke pendidikan sarjana, diploma sudah cukup. 

Menjadi ASN di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sejak April 2015 membuka cakrawala saya. Yang dulunya tidak pengen kuliah jadi pengen kuliah. Ini berkat dorongan para atasan juga yang selalu memberikan support agar lanjut lagi kuliahnya.

Alhamdulillah, September 2017 saya akhirnya melanjutkan pendidikan saya di Universitas Persada YAI jurusan Sistem Informasi.

Kenapa Sistem Informasi?
Karena waktu D3 dulu jurusan saya Manajemen Informatika, karena jurusan tersebut linear dan demi bisa transfer mata kuliah yang banyak agar nanti lulusnya bisa lebih cepat maka saya ambil jurusan tersebut.

Dua tahun dilalui dengan penuh suka cita dan ada juga dukanya. Tantangannya banyak banget. 
Sempat jatuh sakit di awal semester pertama membuat saya empat minggu harus absen. Baru mulai masuk ketika sebentar lagi akan UTS, kebayang ga sih harus ngejar banyak.

Ditambah lagi saya harus beradaptasi dengan lingkungan kampus, dimana sebagian besar teman-teman kuliah selisih usianya jauh di bawah saya. Hadeh... berasa tua banget sih. Agak sulit untuk masuk dan  bergaul dengan mereka. Untungnya ada beberapa teman dari kementerian lain yang sepantaran dengan saya, setidaknya bisa lah nge-blend dengan mereka.

Perbedaan lain yang saya rasakan, ketika D3 kuliahnya lebih banyak praktikum di laboratorium komputer. Sedangkan S1, matakuliah yang saya ambil kebanyakan bersifat teori. Sebenarnya senang sih soalnya menjelang semester akhir saya ambil peminatan e-Business dimana mata kuliah untuk peminatan tersebut saya suka banget. 

Untuk masalah bayar membayar uang kuliah, waktu D3 dulu masih dibayarin oleh orang tua. Untuk kuliah S1 biayanya rogeh kocek sendiri. Jadi merasakan susahnya ya, kuliah pake biaya sendiri. Untungnya bisa dicicil.

Tantangan lain yang saya hadapi ketika diberi amanah menjadi Bendahara Pengeluaran di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Otomatis kerjaan di kantor menjadi lebih sibuk, sebagai Bendahara baru saya masih harus banyak belajar dan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru. Apalagi jika awal bulan harus melakukan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). Tekanannya jauh lebih tinggi, ada saatnya ketika jadwal ujian bentrok dengan deadline pelaporan LPJ sehingga mau tidak mau saya harus mengorbankan ujian untuk menyelesaikan pekerjaan kantor terlebih dahulu. Jadinya ikut ujian susulan.

Selain kuliah saya juga masih sempat-sempatnya ikutan kursus bahasa inggris di EF. Kata adek ipar saya "saya gila" wkwkwkwk...
Ada satu semester dimana benar-benar sangat hectic. Dari senin-jumat full kuliah, tugas-tugas kuliah menumpuk ditambah tugas nulis dari salah satu dosen, di kantor lagi LLAT (Langkah-langkah Akhir Tahun) orang keuangan pasti tahu ini, event workshop blogging, di semester itu juga saya melakukan ibadah umroh, ikutan kursus bahasa inggris, bantuin teman dan saudara yang mau nikah, ditambah lagi masalah pribadi. Alhamdulillah semua terlalui dengan baik, setelah menerima KHS di semester itu saya tak kuasa menahan tangis. Tangis bahagia karena saya BISA melalui semuanya dengan baik. Yup, tahun 2018 adalah salah satu tahun terberat dalam hidup saya.

Pada saat skripsi pun saya masih tetap mengikuti tiga matakuliah yang tersisa agar SKS bisa terpenuhi. Judul skripsi saya tidak jauh-jauh dari kerjaan saya di bagian keuangan yaitu Pengembangan Sistem Informasi Monitoring Penyelesaian Surat Permintaan Pembayaran Berbasis Web Pada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Anak-anak informatika pasti tahulah selain harus nyusun skripsi juga harus membuat sebuah aplikasi. Aplikasi yang saya buat namanya MySPP - Monitoring your SPP dan Alhamdulillah bisa dipakai di bagian keuangan untuk membantu mempermudah pekerjaan teman-teman. 







Tahun 2019 tepatnya akhir September, skripsi saya sudah selesai dan sudah melakukan checklist untuk melakukan sidang tugas akhir. Sedihnya, ternyata ada kendala di program studi Sistem Informasi, reakreditasi yang diajukan ke BAN-PT di tolak dan harus mengajukan ulang. Selama proses reakdreditasi tersebut prodi tidak bisa melakukan sidang untuk para mahasiswanya.

Pasti tahulah proses akreditasi itu tidaklah gampang butuh waktu berbulan-bulan apalagi terdapat aturan baru dimana persyaratan untuk akreditasi terdapat penambahan. Apalagi situasi pandemi menyebabkan reakreditasi prodi SI semakin berlarut-larut. Mengumpat-umpat dosen dan rektorat di WAG angkatan sudah sering dilakukan karena kesal tak kunjung sidang, bahkan kami mau melakukan hal yang lebih ekstrem seperti berdemo tapi urung kami lakukan karena berbagai pertimbangan.

Sabar adalah hal yang terbaik yang bisa dilakukan. Awal Januari 2021 kami mendapat kabar dadakan tapi membahagiakan, akreditasi prodi Sistem Informasi sudah disetujui oleh BAN-PT. Alhamdulillah, 8 Januari 2021 akhirnya bisa sidang juga walaupun online via Zoom dan lulus dengan nilai sangat baik dan yudisium di hari yang sama. Akhirnya lulus juga dan dapatin gelar Sarjana Komputer (S.Kom)

Bagaimana dengan wisuda?
Wisuda YAI rencananya akan dilaksanakan tanggal 27 Januari 2021, tapi dibatalkan karena kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dari Pemprov DKI Jakarta. Sempat diundur beberapa kali akhirnya acara wisuda diselenggarakan tanggal 27 Februari 2021 secara offline di Jakarta Convention Center.



Meskipun wisudanya offline, jangan berpikir wisudanya akan sesemarak ketika sebelum pandemi. Acara wisudanya diadakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Tidak ada undangan untuk orang tua ataupun keluarga. Terbatas hanya untuk mahasiswa, keluarga hanya bisa menunggu di parkiran saja. Sedih juga rasanya orang tua tidak bisa hadir, ya tak apalah. Wisudanya dibagi menjadi 2 sesi, sesi pagi dan siang. Wajib menggunakan masker dan duduknya pun berjarak, tidak ada salam-salaman ataupun cipika-cipiki, tidak ada foto-foto bareng. Kurang seru ya. Memang, ini semua gara-gara Coronces!

So... dari rencana awal pengen lulus tepat waktu (maksudnya 2 tahun saja) eh malah lulusnya jadi 3 tahun lebih. Tapi tak apalah yang penting sudah lulus. Alhamdulillah.

Terima kasih kepada :
Allah SWT atas rahmat dan pertolonganNya
Kepada orang tua dan keluarga yang selalu mendoakan dan memberikan support 
Buat para dosen atas ilmunya yang bermanfaat
Buat atasan, rekan-rekan kerja, teman-teman satu almamater yang selalu membantu dan memberikan support


So.... planning selanjutnya apa ya?
NIKAH? atau LANJUT S2?

Ada saran?
 
  









Perjalanan Cintaku

Berawal dari perkenalan
Melalui ponselku....mulai
Mendekati seorang putri kota Makassar

Aku mulai jatuh hati dengannya
Aku tidak memandang kondisinya
Aku siap menerimanya

Wahai putri cantik tanah Bugis
Aku tidak mau kehilanganmu
Aku mau menjadi belahan jiwamu

Aku mau menjadi bagian dari hidupmu
Di kala kau senang
Di kala kau susah
Di kalau sedih
Dan mederita

Maunya aku kau ada di dekatku
Wahai ya Rob
Persatukan jiwa raga serta cinta kami abadi
Dalam ikatan cita suci



Rachmad Istari
Bkl 01 Maret 2021

Sumber Gambar : mi.com

Berburu produk smartphone pilihan sering kali merupakan hal yang menarik perhatian. Sebagian besar masyarakat umumnya mendambakan produk impian yang memiliki banyak spesifikasi mumpuni untuk bisa digunakan pada berbagai hal tetapi dijual dengan harga yang minim. Sama halnya saat banyak pengguna smartphone yang jatuh cinta pada produk XiaomiRedmi 9 ini. Tentu saja hal tersebut bukan isapan jempol belaka karena produk smartphone tersebut memang memiliki berbagai macam kelebihan yang menarik. Bagaimana spesifikasi dari smartphone tersebut, ikuti informasinya berikut di bawah ini.


Spesifikasi Platform Xiaomi Redmi 9

Produk yang satu ini dapat digunakan pada teknologi GSM maupun teknologi HSPA dan LTE. Sebagai produk yang diluncurkan pada pertengahan Juni tahun 2020 yang lalu, tentu saja produk ini bisa dikatakan masih cukup baru di pasaran. Sehingga tidak mengherankan jika platform yang diberikan pada smartphone ini cukup menarik.

Secara resmi Xiaomi Redmi 9 ini dibesut dengan platform andalan Android 10 yang cukup cepat ditambah dengan teknologi MIUI 11. Sementara untuk chhipsetnya berbeda dengan seri Redmi sebelumnya, dimana produk ini sudah menggunakan mediate helio G80 dengan kapasitas 12nm. Belum lagi CPU yang digunakan yaitu octa core dengan 2x2 GHz Cortex A75 dan juga pilihan octa core 6 x 1.8 GHz dengan Cortex A55. Selain itu untuk GPU sudah menggunakan Mali G52 dengan teknologi MC2.


Kamera Xiaomi Redmi 9

Salah satu hal yang banyak menggoda para penggemar Xiaomi yaitu kapasitas dari kamera yang dibesut oleh seri yang satu ini. Menakjubkan karena produk ini bukan hanya dilengkapi dengan dual kamera, tetapi bahkan teknologi quad kamera yang dapat digunakan mulai dai 2MP, 5MP, 8MP hingga mencapai 13 MP. Sehingga tidak diragukan lagi hasil fotonya. Belum lagi fitur LED flash, HDR serta kemampuan mengambil gambar panorama dan kemampuan video 1080p@30fps.

Untuk kamera selfie juga tidak kalah menakjubkan. Karena kamera selfie tersebut memiliki kapasitas 8MP dengan 27mm wide dan fitur HDR untuk hasil yang lebih baik. Sementara kapasitas video sama baiknya dengan kamera utama, yaitu dibesut dengan 1080p@30fps.

Konektivitas Xiaomi Redmi 9

Dalam hal konektivitas maka produk smartphone Xiaomi Redmi 9 ini juga sudah cukup canggih. Karena didukung oleh WiFi serta hotspot untuk memudahkan. Belum lagi ditambahkan konektivitas untuk Bluetooth versi 5.0 dengan LE. Sementara GPS juga menggunakan A-GPS dan teknologi GLONASS dan BDS. Sementara ada juga teknologi NFC untuk memudahkan berbagai macam aktivitas seperti untuk mengisi saldo E-Toll dan lain sebagainya.

Kemudian produk ini juga dilengkapi dengan kapasitas untuk wireless FM radio sehingga dapat langsung menikmati siaran radio secara langsung dengan mudah. Selain itu dapat pula terkonkesi dengan USB type C yang mana juga bermanfaat sebagai fast charging dengan kapasitas mencapai 18 watt.

Itulah sekilas informasi tentang berbagai kelebihan serta spesifikasi yang dimiliki oleh Xiaomi Redmi 9. Dengan harga yang bersahabat tentu saja tidak menyesal jika memutuskan untuk membeli produk tersebut. Apalagi saat ini di dunia maya tersedia produk ini dengan harga yang cukup terjangkau dan mumpuni. Sehingga cukup mudah untuk mendapatkan smartphone impian dengan spesifikasi luar biasa ini. Jika ingin lebih murah, sebaiknya carilah tempat yang menawarkan diskon serta promo menarik. Sehingga memperoleh produk smartphone Xiaomi ini jauh lebih mudah dan juga lebih hemat.


Di era digital seperti saat ini, HP menjadi perangkat paling penting dalam mendukung aktivitas yang dilakukan sehari hari. Pastinya kamu akan pusing bukan kepalang saat mengetahui HP kesayanganmu hilang, entah karena lupa atau faktor lainnya.

Sebenarnya nasib kurang baik tersebut bisa dipecahkan permasalahannya dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia. Lalu cara mencari HP yang hilang itu bagaimana? Berikut dibawah ini 3 cara melacak HP yang hilang, diantaranya yaitu :

Cara Melacak HP Yang Hilang Dengan Email

Dengan cara ini, pengguna gmail bisa mengamankan akun google dan mengunci HP atau ponsel mereka dengan cara seperti ini :

  1. Pengguna harus login terlebih dahulu dengan akun gmail di browser atau Google Chrome. Lalu tekan ikon kotak untuk mendapatkan info akun yang dimiliki pengguna.
  2. Setelah itu, masuk ke kolom pencarian lalu ketik “Find Your Phone”. Kemudian memilih menu Find Your Phone, lalu pilih HP yang hilang pada daftar perangkat terhubung dengan akun gmail.
  3. Tahap selanjutnya, isi password untuk verifikasi lalu klik next. Pada Find Your Phone, klik opsi locate yang akan mengalihkan ke fitur Find My Device. Di fitur ini, akun Google di ponsel milikmu akan dikunci dan diamankan.

Cara Melacak HP Yang Hilang Dengan Akun Khusus

Cara ini hanya bisa dilakukan oleh para pengguna HP atau ponsel keluaran pabrik tertentu yang memiliki teknik pengamanan sendiri. Berikut caranya :

1. Mi Account

Untuk melacak HP Xiaomi yang hilang, kamu bisa mengunjungi situs Mi Cloud (https://i.mi.com/) pada browser di komputer. Kemudian sign in with Mi Account, masukkan data sesuai HP yang hilang, serta password. Setelah itu pilih opsi Find Device, lalu hapus data jika HP telah ditemukan, dan masukkan HP dalam Lost Mode.

2. Samsung ID

Untuk melacak HP Samsung yang hilang, kamu bisa mengunjungi Samsung Find My Mobile (https://findmymobile.samsung.com/), kemudian sign ini dengan menggunakan ID HP yang hilang. Setelah itu kamu tinggal menyetujui semua legal information yang diberikan oleh Samsung, lalu klik Agree.

Selanjutnya Samsung Find My Mobile akan mengungkapkan dimana lokasi terakhir HP kamu, mengetahui informasi jaringan yang terhubung, serta sisa baterai. Kontrol HP bisa kamu lakukan dengan cara mengunci perangkat, hapus data, atau membunyikan alarm.

3. iCloud

Untuk melacak HP iPhone yang hilang, kamu bisa mengunjungi situs iCloud (https://www.icloud.com/), kemudian sign ini menggunakan Apple ID HP yang hilang. Skip Two-Factor Authentication, lalu pilih opsi Find My iPhone. Setelah lokasinya terungkap, kamu bisa mengontrol HP dengan cara mengaktifkan Lost Mode, hapus data, atau membunyikan alarm.

Cara Melacak HP Yang Hilang Dengan Google Find My Device
  1. Pastikan kamu telah unduh dan install terlebih dahulu aplikasi Google Find My Device di HP atau ponsel pelacak.
  2. Kemudian login menggunakan akun Gmail kamu pada HP yang hilang dengan sign in as guest supaya bisa masuk ke HP yang hilang.
  3. Setelah itu layar perizinan akan muncul. Izinkan aplikasi untuk mengakses lokasi perangkat dengan klik “Allow”. Kemudian segera datangi lokasi penemuan HP dengan memanfaatkan ikon berwarna hijau, yang terhubung pada Google Maps atau lakukan langkah preventif seperti mengunci HP atau ponsel.

Dari ketiga cara melacak HP yang hilang diatas, mana yang menurutmu paling mudah? 

 


 

Bayi Azkiatunnufus berusia lima bulan diduga mengalami radang paru-paru atau Pneumonia. Bayi Azkiatunnufus mulai mengalami penyusutan badan sejak berusia tiga bulan, Kini daging pada tangan, kaki, dan badannya mulai habis menyusut. Kulitnya kendor menempel dengan tulang, kondisi tersebut membuatnya lemah bergerak. (suarajakarta.id)

 

Sejak bayi, Adam harus menahan sakit karena Pneumonia atau infeksi paru, kelainan usus, dan gejala hernia yang mulai menyerangnya. Tiap malam, adam terus menangis karena rasa sakit yang dideritanya. Namun, banyaknya pengobatan yang dibutuhkan tidak memungkinkan Adam bisa menjalani semuanya. (kitabisa.com)


Sumber foto : kitabisa.com dan suarajakarta.id

Tentang Pneumonia

Tahukah Anda bahwa Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada anak-anak di seluruh dunia?

Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) diperkirakan 15% kematian pada anak-anak berusia di bawah 5 tahun disebabkan karena Pneumonia. Di Nigeria setiap tahunnya sekitar 142.000 hingga 160.000 anak di bawah usia lima tahun meninggal karena Pneumonia. Selain Nigeria, India berada di urutan kedua dengan 127.000 kematian, disusul Pakistan dengan 58.000 kematian.

Bagaimana dengan Indonesia?

Diawal tulisan ini ada beberapa kutipan berita anak yang menderita Pneumonia. Ada bayi Azkiatunnufus yang baru berusia lima bulan dan harus berjuang melawan Pneumonia yang dideritanya. Ada juga Adam, selain mengidap Pneumonia juga terdapat penyakit lainnya, yang Strong ya dedek bayi! Semoga penyakitnya segera diangkat dan bisa sehat kembali.

Indonesia juga tercatat sebagai negara dengan tingkat kematian yang tinggi, sebanyak 19.000 balita meninggal karena Pneumonia atau sama dengan dua anak mati tiap jamnya. Penyakit ini menjadi pembunuh nomor satu anak-anak di Indonesia dengan persentase 16% kematian pada balita. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia satu dari lima kematian balita di Indonesia disebabkan oleh Pneumonia. Penyakit ini lebih mematikan dibanding  diare, malaria, HIV/AIDS, maupun campak. Hiks... sedih ya!

Pneumonia atau paru-paru basah adalah peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi. Pneumonia bisa menimbulkan gejala yang ringan hingga berat. Beberapa gejala yang umumnya dialami penderita Pneumonia adalah batuk berdahak, demam, dan sesak napas. 

Kenali gejala pada anak

Pneumonia pada anak bisa disebabkan karena virus, bakteri, parasit ataupun jamur yang ada di udara. Anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah karena kekurangan gizi atau tinggal di daerah dengan kualitas udara dan air yang buruk memiliki resiko lebih besar terkena Pneumonia.

Gejala awal Pneumonia mirip dengan flu seperti pilek dan sakit tenggorokan. Kemudian akan menyebar ke saluran pernapasan bawah yaitu paru-paru kemudian akan terjadi penumpukan cairan, sel darah putih dan kotoran. Saluran napas menjadi tersumbat sehingga menyebabkan sesak napas.




Gejala Pneumonia pada anak bisa berbeda tergantung penyebabnya, antara lain :

  • Jika disebabkan oleh bakteri, gejala muncul dengan cepat dan tiba-tiba seperti : batuk berdahak, nyeri dada, muntah atau diare, nafsu makan berkurang, tubuh lemas, dan demam;
  • Jika disebabkan oleh virus, mirip dengan gejala yang disebabkan oleh bakteri hanya saja gejalanya muncul perlahan;
  • Jika disebabkan oleh parasit atau jamur, gejalanya agak berbeda. Tidak diawali dengan pilek namun gejalanya seperti demam dan batuk, batuk yang tidak kunjung reda, dan dapat bertahan hingga tiga atau empat minggu, batuk yang cukup parah, hingga berdahak.

Membaca gejala diatas mirip-mirip ya dengan gejala Covid-19. Memang sulit membedakannya. Sebaiknya jika terdapat gejala segera bawa anak ke dokter. Dokter akan memeriksa pola pernapasan,  jantung, tekanan darah, suhu tubuh, dan mengecek suara napas abnormal dari paru-paru. Untuk pemeriksaan lanjutan dokter akan melakukan rontgen dan tes darah.

Lalu adakah cara untuk mencegah Pneumonia pada anak?

Ada dong, sedini mungkin sebaiknya lakukan vaksinasi PCV atau Pneumococcal Conjugate Vaccine. Pada anak dibawah usia satu tahun, vaksin diberikan dengan dosis tiga kali, yaitu usia 2,4, dan 6 bulan.

Yuk kita pegangan tangan, bersama lawan Pneumonia pada anak. Cegah dengan memberikan gizi yang baik, lakukan vaksinasi, jaga lingkungan sekitar agar kualitas air dan udara menjadi lebih baik. Kenali gejalanya pada anak dan segera bawa ke dokter. Bersama kita bisa!




 

Sumber :

https://www.alodokter.com/pneumonia

https://www.sehatq.com/artikel/kenali-gejala-pneumonia-pada-anak-dan-cara-mencegahnya-berikut-ini

https://www.unicef.org/indonesia/id/stories/6-fakta-pneumonia

https://jakarta.suara.com/read/2020/09/05/074149/bayi-azkiatunnufus-penderita-pneumonia-akhirnya-dibawa-ke-rumah-sakit?page=all

https://blog.kitabisa.com/tanpa-kehadiran-orang-tua-bayi-adam-berjuang-lawan-pneumonia/

https://mediaindonesia.com/read/detail/351006-pneumonia-mirip-gejala-covid-19-kenali-gejalanya-pada-anak

https://republika.co.id/berita/qjoxrj1819274043/ratusan-ribu-anak-di-nigeria-meninggal-karena-pneumonia

https://kumparan.com/beritaanaksurabaya/cara-hitung-napas-anak-yang-jadi-tanda-pneumonia-1uDo1AS7IvO/full

https://www.ayojakarta.com/read/2019/11/12/7655/darurat-tiap-jam-pneumonia-membunuh-dua-anak-di-indonesia

 


 

 

 

 

 

 

 

Newer Posts Older Posts Home

Verified Blog

Seedbacklink

Search This Blog

ABOUT ME

POPULAR POSTS

  • Penting! Sehat dan Bersih Saat Menstruasi
  • Kartunet Kampanye Aksesibilitas Tanpa Batas | Menengok Aksesibilitas Di Kota Makassar
  • Bergerak Aktif dan Investasikan Sehatmu
  • 6 CARA SEDERHANA UNTUK MENGATASI GEJALA ANXIETY
  • Polusi dan Kabut Asap Ancaman di Tengah Pandemi
  • 5 Aksi Kejahatan Siber Perbankan dan Cara Mencegahnya
  • Makassar Atau Ujung Pandang ???
  • Mengenal Google Analytics dan Memasang Kode Pelacakan di Blog
  • Pustaka Kampung Impian: Menyalakan Literasi di Ujung Barat Nusantara
  • Mudahnya Membuat Paspor Tanpa Calo
Powered by Blogger.

Followers

Labels

agritech ai aksesibilitas artificial intellegence asuransi asus Award baju distro baju lebaran Bantimurung Objek Wisata Terbaik Di Sulawesi Selatan BCA beasiswa lpdp berbagi bihun goreng blockchain blogger Blogger Nusantara Blogger Perempuan bloggerday blogging blogholicid bloglicious bodysuit bts bubur bubur manado budaya Buku busana muslim buzzer casio cerita challenge cheddar cloud computing Curhat Descendants of The Sun digital digitalisasi disabilitas Disclosure doa anak doa bangun tidur drama korea E-Business e-voting Email film fotografi gadget galaukan setan Gerak Jalan Santai handsock hijab HUT Sulawesi Selatan IndiHome indonesia Info Info. Blogging inovasi internet internet provider iot job review kartu AS kecerdasan buatan keju kesehatan Kipas Angin Miyako klinik komunitas kopdar kraft Kucing Kuliah kuliner laptop LAPTOP GAMING lebaran Lomba lpdp makanan indonesia makassar manado maros masyarakat media Media Sosial medikids Mind Miss Deaf mom blogger Monetize multigrain musik Nunu Nunu Amir Nunu Talk oreo other pandangan pantai losari pemilu pengalaman personal branding Pesantren Impian Puisi pustaka kampung impian radio ramadhan RBT religi reportase resensi buku resep Resolusi Juara review robotic robotic process automation samsung galaxy s6 samsung galaxy s6 edge sehat Sekolah Blog SEO sharing sinarmas slice of life smart contract smartphone Social Media Song Hye Kyo Song Joong Ki sosial sponsored post startup strartup surat cinta untuk kartini tabungan online telkom university TelkomIndonesia Teman Wajib Anda time toefl toleransi Tourism transformasi digital traveling tutorial Tutorial Blog Tutorial Web Design uang panai unik uricran useetv video waktu webinar website wonderful Workshop Writing zenfone 9

Blog Archive

  • ▼  2025 (4)
    • ▼  December (1)
      • ASUS Vivobook S14 M3407KA Berikan Pengalaman Lapto...
    • ►  September (2)
    • ►  April (1)
  • ►  2024 (35)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (2)
    • ►  April (2)
    • ►  March (12)
    • ►  February (7)
    • ►  January (9)
  • ►  2023 (7)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
  • ►  2022 (35)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (6)
    • ►  August (6)
    • ►  July (2)
    • ►  June (3)
    • ►  May (5)
    • ►  April (1)
    • ►  February (5)
    • ►  January (3)
  • ►  2021 (22)
    • ►  December (2)
    • ►  November (6)
    • ►  October (2)
    • ►  September (3)
    • ►  August (2)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2020 (18)
    • ►  November (1)
    • ►  September (4)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (4)
    • ►  March (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (2)
  • ►  2019 (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (13)
    • ►  December (2)
    • ►  November (3)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2017 (26)
    • ►  July (4)
    • ►  June (2)
    • ►  May (3)
    • ►  April (5)
    • ►  March (2)
    • ►  February (3)
    • ►  January (7)
  • ►  2016 (75)
    • ►  December (2)
    • ►  November (14)
    • ►  October (8)
    • ►  September (13)
    • ►  August (1)
    • ►  July (5)
    • ►  June (13)
    • ►  May (6)
    • ►  April (10)
    • ►  March (3)
  • ►  2015 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (2)
    • ►  May (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (13)
    • ►  December (2)
    • ►  November (1)
    • ►  July (3)
    • ►  June (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (2)
  • ►  2013 (32)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (6)
    • ►  April (2)
    • ►  March (3)
    • ►  February (7)
    • ►  January (3)
  • ►  2012 (46)
    • ►  December (1)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (6)
    • ►  August (2)
    • ►  July (3)
    • ►  June (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (6)
    • ►  January (6)
  • ►  2011 (57)
    • ►  December (4)
    • ►  November (13)
    • ►  October (14)
    • ►  September (2)
    • ►  August (5)
    • ►  July (8)
    • ►  June (7)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)

Sidebar Ads

Total Pageviews

Subscribe To

Posts
Atom
Posts
All Comments
Atom
All Comments

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template