Nunu Amir Blog
  • Home
  • About
  • Disclosure
  • Features
    • Berbagi
    • Digital
    • Review
      • Gadget
      • Produk
      • Webinar
      • Website
      • Buku
      • Kesehatan
    • Slice of Life
    • Buku Saya
    • Religi
    • Traveling
    • Resep
  • Contact Us




Dua Puluh Tiga Tahun yang Lalu

Sang mentari bersinar terang kala itu, merangkak naik, memancarkan teriknya. Panas, tapi tak menyurutkan semangat manusia untuk beraktifitas. Terik surya bagai berada diatas ubun-ubun bukan penghalang untuk terus berjuang demi hidup yang lebih baik.

Aku dan Tina turun dari  pete-pete angkutan umum khas kota daeng. Tiba tepat di depan gerbang sebuah sekolah kejuruan. Kami ABG (Anak Baru Gede) tanggung yang baru saja lulus SMP dan kami sedang mencoba peruntungan untuk mendaftarkan diri ke beberapa sekolah menengah terbaik di kota kami, Makassar. Kami melangkah maju, terlihat anak-anak seusia kami bergerombol di depan loket pendaftaran. Mereka juga membawa map berisi berkas-berkas yang dibutuhkan untuk pendaftaran, “saingan semua nih” kataku dalam hati. Beberapa menit kemudian mereka bukan sainganku lagi.

Kami ikut menunggu di depan loket untuk menunggu giliran. Seorang lelaki menyapa aku. Tampangnya lebih dewasa dan berpakaian rapi layaknya pegawai kantoran. “Dik, bisa minta waktunya sebentar? Sapanya ramah. “Iya, pak” Jawabku, agak kaget karena disapa dengan orang yang belum pernah ku kenal sebelumnya. “Kepala Sekolah ingin bicara, yuk ikut aku” Ajak pria tersebut. Aku agak awas dan deg-degan. Aku mengikutinya, berjalan menyusuri selasar-selasar yang perlahan mulai sepi dari keramaian para calon siswa. Sepanjang jalan aku bertanya-tanya  ada apa gerangan? Aku belum menjadi murid sekolah ini, kenapa aku sudah dipanggil ke ruangan kepala sekolah? Apakah aku ada salah?

Pria tersebut membuka pintu sebuah ruangan, aku ikut melangkah masuk. Aku belum pernah melihat ruangan kepala sekolah seluas itu, sofa tiga seat dan satu seat berada di sebelah kiri pintu, meja kerja kepala sekolah di seberangnya, dan lemari-lemari arsip berisi file bantex dan lemari pajangan berisi piala dan piagam menghiasi dinding-dinding ruangan tersebut. Kepala sekolah tersenyum ramah kepadaku dan mempersilahkan aku duduk di sofa. Saya pun duduk.

Bapak kepala sekolah tersebut sedikit berbasa-basi menanyakan beberapa hal tentang asal sekolahku, tinggal dimana dan bla…bla…bla… Kemudian beliau menerangkan tentang keunggulan-keunggulan sekolahnya. Beberapa menit kemudian baru mulai masuk ke inti pembicaraan. “Begini, kami tidak bisa menerima kamu bersekolah disini”. Ungkapnya. “Kenapa pak?” tanyaku penasaran, rasanya bagai disambar petir. Ternyata ini maksudnya aku dipanggil ke ruangan beliau. “Kami disini punya mata pelajaran komputer dan mengajarkan mengetik cepat sepuluh jari. Mohon maaf sebelumnya, melihat keterbatasan fisik yang kamu miliki kami takut nanti ketika proses belajar mengajar kamu terkendala dengan pelajaran tersebut” Bapak kepala sekolah mulai memperjelas maksud penolakannya. Hatiku mulai bergemuruh. “Tahun lalu kami mencoba menerima penyandang disabilitas. Dia sama seperti kamu, jari-jari tangannya kurang lengkap. Tetapi karena dia kurang bisa mengikuti pelajaran tersebut akhirnya dia keluar dari sekolah ini”. Sambungnya. “Kami tidak ingin hal yang sama terjadi lagi, jadi sebaiknya kamu coba cari sekolah lain saja ya”. Emosiku mulai memuncak, antara marah, kecewa, sedih, dan mencoba untuk kuat di depan Bapak kepala sekolahnya. Aku tak bisa berkata-kata, suaraku tercekat di tenggorokan karena menahan amarah dan tangis.

Keluar dari ruangan kepala sekolah, aku kembali menuju loket pendaftaran menghampiri Tina. Dia sudah selesai mengembalikan formulir dan berkas pendukung lainnya. Tina bertanya kenapa aku dipanggil, aku tidak menjawab. Kami berjalan keluar gerbang meninggalkan para sekumpulan remaja yang kini bukan saingan aku lagi, aku kalah telak, kalah sebelum memulai pertarungan.

Kami kemudian menaiki pete-pete, menuju salah satu SMA negeri yang juga menjadi target pendaftaran kami. Barulah diatas pete-pete itu tangisku meledak, sudah tidak bisa tertahankan lagi. Aku menangis sejadi-jadinya, aku tak peduli lagi dengan penumpang lain yang melihat. Aku menceritakan kepada Tina semua pembicaraan di ruangan tersebut. Dia mencoba menenangkan dan memberi semangat.

        

Roda Kehidupan Terus Berputar

Luka itu masih tetap ada hingga saat ini. Aku sakit hati, iya tentu saja! Marah, pasti! Tetapi diskiriminasi dan penghinaan yang aku alami tidak membuat aku down dan patah semangat hingga tidak ingin bersekolah lagi. Aku memilih memeluk luka itu dan mencoba memaafkan, menjadikannya energi untuk terus bertumbuh. Luka masa lalu tersebut menjelma menjadi motivasi untuk melawan berbagai stigma penyandang disablitas.

Ditolak masuk sekolah menengah kejuruan, aku akhirnya lulus di salah satu SMA Negeri di Makassar. Alhamdulillah, di sekolah tersebut aku mendapatkan guru dan teman-teman yang baik. Selepas SMA, aku melanjutkan kuliah Diploma Tiga di salah satu kampus swasta di Kota Makassar dan mengambil jurusan Manajemen Informatika. Kenapa aku ambil jurusan itu? Pertama, karena sejak SMP aku memang selalu menyukai pelajaran komputer dan nilaiku selalu memuaskan di mata pelajaran tersebut. Kedua, aku ingin menunjukkan kepada orang-orang bahwa aku juga pandai mengoperasikan komputer meskipun kondisi jari jemariku tak sempurna. Komputer bukan hanya tentang mengetik cepat, terlalu picik jika komputer disamakan dengan mesin tik. Kinerja komputer bisa lebih hebat dari itu, dan setiap saat selalu ada perkembangan teknologi baru. Komputer bukan hanya sekedar mengetik di aplikasi Word dan Excel saja, tetapi apa yang aku pelajari di kampus lebih seru lagi, membuat program, melakukan rekayasa perangkat lunak, dan itu lebih asyik daripada urusan seni mengetik sepuluh jari.

Aku lulus Diploma Tiga tepat waktu dengan nilai cum laude dan menjadi mahasiwa terbaik di angkatanku. Alhamdulillah, sungguh membanggakan dan orang tuaku juga ikut senang dan bangga. Setelah itu aku bekerja di beberapa perusahaan swasta selama tujuh tahun. Di tahun 2015 aku lulus tes CPNS dan saat ini bekerja sebagai ASN di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan merantau sendirian di ibukota.

Dua tahun kemudian, aku melanjutkan studi Sarjana di salah satu kampus swasta jurusan Sistem Informasi, kerja sambil kuliah. Dari pagi hingga sore hari aku bekerja, kemudian sorenya lanjut ke kampus, belajar hingga malam hari. Capek memang, tapi aku menikmatinya. Aku tipe orang yang haus akan ilmu. Tahun lalu, Alhamdulillah, aku lulus beasiswa LPDP dan saat ini aku melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana di Telkom University.

Mitos terhadap penyandang disabilitas menghadirkan bias dan stereotype tentang ketidakmampuan mereka untuk bersekolah maupun bekerja. Aku ingin menunjukkan kepada orang-orang yang dulu memandangku sebelah mata bahwa aku tak seperti yang mereka pikirkan. Aku berdaya, aku mandiri, dan aku wanita yang kuat, dan melaju menembus batas keterbatasan. Balas dendam yang manis kan! 

        



Halo guys...

Kali ini saya pengen berbagi pengalaman tentang seminar yang saya ikuti minggu lalu, tepatnya pada tanggal 21 Juni 2023. 

Jadi ceritanya saya dapat undangan nih dari PROSPERA (Program Kemitraan Indonesia dan Australia untuk Perekonomian) bersama dengan Australian Tax Office (ATO) dalam lokakarya berbagi pengetahuan tentang Memajukan Ketenagakerjaan Penyandang Disabilitas di Layanan Publik: Menampilkan Praktik Baik dari Kantor Perpajakan Australia.

Di acara tersebut pemerintah Australia dalam hal ini ATO sharing nih tentang bagaimana mereka meningkatkan kesadaran tentang ketenagakerjaan penyandang disabilitas dalam pelayanan publik, berbagi praktik-praktik baik yang mereka lakukan di Australia. Selain itu diharapkan dengan adanya sharing ini bisa menjadi rekomendasi untuk ditindaklanjuti alias diterapkan di Indonesia, dengan fokus pada wawasan dan pengalaman dari ATO. 

Bertempat di Hotel Atlet Century Park, Senayan, seminar interaktif ini menghadirkan Ms. Ally Doyle. Beliau adalah Asisten Komisioner, Budaya dan Strategi Inklusi di ATO. Acara ini juga diisi dengan dikusi antara mitra pemerintah Indonesia dan Australia. Peserta undangan yang hadir paling banyak datang dari pejabat dan pegawai Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal lainnya di Kementerian Keuangan. Selain itu terdapat juga beberapa kementerian terkait yang diminta untuk berpartisipasi dalam seminar tersebut antara lain Kementerian Koordinator Bidang Pembangungan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Badan Kepegawaian Negara, Komisi Nasional Disabilitas, dan Kantor Staf Presiden. Juga turut hadir Badan Layanan Umum Australia antara lain ATO, Kedutaan Besar Australia, Departemen Keuangan Australia, Kantor Audit Nasional Australia. Dan enam orang perwakilan dari ASN Disabilitas (ASN Iklusif) termasuk saya sendiri. 



Saya sempat mencatat beberapa keypoint dari presentasi Ms. Ally Doyle, sebagai berikut:


Diversity and Inclusion in the ATO (Keberagaman dan Inklusi di ATO)

Ms. Ally memaparkan pentingnya inklusi bagi penyandang disabilitas. Berdasarkan hasil riset ditemukan bahwa instansi atau perusahaan yang menerapkan keberagaman dan inklusi dalam proses bisnisnya justru akan mendapatkan banyak benefit, antara lain:

  • 2x lebih mungkin untuk memenuhi atau melampaui target keuangan
  • 3x lebih mungkin melaporkan bahwa tim mereka sangat efektif
  • 5x lebih mungkin merasa sangat puas dengan pekerjaan mereka
  • 8x lebih mungkin mencapai hasil bisnis yang lebih baik


Bagaimana menanggapi mitos terkait penyandang disabilitas?

Ms. Ally menerangkan bahwa mitos akan menjadi bias dan stereotypes. Ada banyak mitos terkait penyandang disabilitas yang menyebabkan mereka kurang diterima dalam dunia kerja. Ada beberapa mitos terkait disabilitas, yaitu:

  •         Mempekerjakan penyandang disabilitas memerlukan biaya yang tinggi
  •         Penyandang disabilitas memiliki produktivitas yang rendah
  •         Penyandang disabilitas lebih tinggi turnover rate-nya (persentase karyawan yang berhenti di perusahaan)
  •          Penyandang disabilitas memiliki risiko terluka pada saat bekerja




Bagaimana cara mengatasi stereotypes?

  •         Mempekerjakan penyadang disabilitas
  •         Melakukan penyesuaian yang wajar seperti membuat tempat kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan disabilitas tersebut

Fakta lain yang diungkap oleh Ms. Ally terkait menciptakan tempat kerja yang aman untuk penyandang disabilitas, perusahaan atau organisasi tidak akan rugi jika membangun tempat kerja yang memiliki aksesibilitas karena fasilitas tersebut bisa meningkatkan kemaanan bukan hanya penyandang disabilitas tapi juga semua orang yang ada di perusahaan tersebut.

Selain itu manajer ataupun pimpinan level atas harus meningkatkan pemahaman tentang penyandang disabilitas dan harus membuat penyesuaian yang wajar bagi karyawan dengan disabilitas untuk mengetahui dan mendapatkan potensi mereka sehingga mereka bisa lebih produktif. 

Partisipasi pegawai atau karyawan dengan disabilitas perlu ditingkatkan. Dalam hal kegiatan kantor karyawan penyandang disabilitas juga harus dilibatkan dalam survey dan ikut berpendapat dalam pengambilan keputusan atau kebijakan

 

Tindakan Para Pemimpin yang Sangat Inklusif

Keingintahuan:

- Merefleksikan identitas Anda sendiri dan ingin tahu tentang orang lain

- Karena jauh dari bias Anda sendiri dan termotivasi untuk mengatasinya

- Merefleksikan komunikasi Anda di seluruh identitas sosial dan tempat kerja

 

Tantangan

- Mendeteksi pengaruh stereotip yang tidak kentara

- Menantang stereotip berbasis identitas dan pengambilan keputusan yang bias dengan penuh hormat

- Bersikaplah rendah hati terhadap kemampuan Anda sendiri dan undanglah kontribusi orang lain


Komitmen

- Mengambil tanggung jawab pribadi untuk perubahan

- Mengartikulasikan komitmen Anda & dengan berani menantang status quo

- Mendidik diri sendiri dan para pemimpin lain tentang manfaat dari rasa ingin tahu dan keterbukaan

 


Selesai pemaparan dari Ms. Ally, acara seminar dilanjutkan dengan sesi Q&A. Saya juga sempat bertanya tentang bagaimana cara mengurangi stereotypes terhadap disabilitas (dari sisi pegawai dengan disabilitas). Menjawab pertanyaan saya, Ms. Ally memberikan saran bahwa sebaiknya kami membuat sebuah video terkait kumpulan prestasi ataupun video yang menunjukkan pegawai dengan disabilitas itu sedang bekerja dengan melakukan hal tersebut bisa menginspirasi dan juga menciptakan kesadaran bahwa penyandang disabilitas juga bisa bekerja seperti pekerja lain tentunya dengan melakukan penyesuaian yang wajar. 

Selanjutnya ditutup dengan diskusi kelompok dengan teman-teman semeja dipandu oleh dari panitia PROSPERA. Kami mendiskusikan terkait insight apa yang kami dapatkan dari acara ini, perubahan-perubahan apa yang sebaiknya dilakukan di kantor masing-masing, dan sebagainya.

Saya memberikan beberapa saran salah satunya adalah "selain keterbukaan dan kebijkan dari pemerintah untuk mempekerjakan pegawai dengan disabilitas serta memberdayakan mereka, hal yang terpenting adalah kesiapan dari pihak penyandang disabilitasnya. Jangan sampai kebijakan telah dibuat dan disahkan, peluang terbuka selebar-lebarnya tetapi dari penyandang disabilitasnya sendiri belum siap. Contohnya sudah dibuka rekruitmen atau formasi CPNS untuk disabilitas tapi sayangnya pendaftarnya tidak ada atau kurang peminat. Jadi ada kesiapan dan kontribusi dari dua sisi"

Menimpali pendapat saya tersebut, salah seorang widyaiswara dari BPPK Kementerian Keuangan menambahkan bahwa "untuk bisa diterima dengan baik di dunia kerja, penyandang disabilitas juga perlu menambah skill-nya".

Diskusi yang seru, sayangnya kita dibatasi oleh waktu. Sebuah pengalaman luar biasa mengikuti seminar tersebut. Selain nambah wawasan dan juga ilmu bisa menambah networking juga. Semoga saya bisa berpartisipasi lagi di seminar berikutnya.


Semoga bermanfaat! 

 



Tak terasa sudah dua belas tahun blog ini hadir di dunia maya. Awal buat blog niatnya biar bisa pasang banner iklan MLM yang saya join kala itu. Bulan-bulan pertama isinya hampir 90 persen artikel copy paste, 10 persen curhat-curhatan nggak penting. Setelah bergabung di komunitas bloger dan banyak belajar tentang blogging, kepenulisan, dan serius membangun blog akhirnya artikel-artikel copy paste tersebut saya hapus. 

Mulai belajar menulis ya dari blog. Dulu hampir tiap hari saya menerbitkan artikel-artikel baru, sebegitu rajinnya saya. Boleh di bilang blog ada titik balik dalam hidup ketika saya sedang menghadapi masa-masa sedih setelah Ayah berpulang ke Maha Pencipta dan di saat yang sama mengalami Quarter Life Crisis. Blogging membuat saya menemukan sebuah semangat baru.

Waktu itu saya merasa hidup saya flat, mungkin mirip dengan kaum muda kebanyakan, setelah lulus kuliah bekerja, pergi pagi pulang sore dan circle pertemanan saya itu-itu saja. Bored!

Blogging memberikan saya aktifitas baru dan mengantarkan saya ke sebuah pintu menuju dunia yang berbeda. Dunia itu membuat saya lebih membuka diri dengan teman-teman yang belum pernah saya kenal sebelumnya baik di komunitas blog maupun kepenulisan. Begitupun dengan wawasan dan ilmu menjadi bertambah. Bagaimana dengan materi? Waktu awal ngeblog saya tidak memikirkannya sama sekali. Nothing to lose saja.

Menjadi content creator dengan menggunakan platform blog adalah hal yang menyenangkan. Menulis artikel tentang ilmu yang kita pahami, pengalaman bermakna yang sudah dilalui, tips dan trik, review ataupun reportase bukan hanya sekedar menulis untuk diri pribadi dan menyimpannya di blog sebagai arsip tetapi tulisan yang di publish tersebut bisa bermanfaat bagi orang lain. Ketika ada yang mengomentari postingan saya dan mengatakan menemukan solusi ataupun merasa terinspirasi, disitulah ada rasa puas  yang tidak bisa dinilai dengan materi.



Faktor pendukung terpenting yang menemani blog saya dari masa ke masa adalah internet. Tanpa jaringan komunikasi tersebut mungkin tulisan saya hanya ada di kepala lalu menguap seiring waktu atau mungkin juga hanya sekedar curhatan di buku diary dan ketika sudah usang akan dibuang oleh ibu saya karena memenuhi gudang. Kini dengan adanya blog, tulisan saya masih tersimpan rapi dan menjadi sebuah history yang setiap saat bisa saya baca ulang.

Blog saya berkembang seiring kemajuan internet. Kalau dulu saya hanya bisa mengakses internet di rumah, di kantor, dan di warnet, kini mudah menemukan spot-spot Wifi. Salah satu spot wifi yang wajib didatangi adalah Wifi.id Corner dari perusahaan sebuah layanan dari perusahaan Internet Provider, Telkom Indonesia. Jaringan Wifi.id sudah tersebar di seluruh Indonesia. Tidak hanya mendapatkan akses internet terbaik tetapi Wifi.id Corner menawarkan customer experience yang membuat kita betah untuk duduk berlama-lama. Selain menikmati koneksi internet yang cepat kita bisa sambil memesan makanan dan minuman. Seperti Wifi.id Corner yang ada di Gegerkalong Hilir, tempatnya dibuat cozy dan ala-ala Jepang.



Telkom Indonesia sebagai perusahaan internet provider terbesar di Indonesia selalu memberikan berbagai inovasi layanan bagi pelanggannya. Kini layanan Wifi.id sudah terintegrasi dengan IndiHome. Bagi teman-teman yang sudah berlangganan IndiHome bisa banget untuk mencoba produk add-on Wifi.id Seamless. Keunggulannya adalah kita bisa menikmati koneksi otomatis ke ribuan titik Wifi.id dengan kecepatan internet hingga 100 Mbps dengan harga yang sangat murah, hanya Rp. 10.000 per bulan, tanpa harus memasukkan username dan password berulang kali. Untuk mengetahui cara berlangganan add-on Wifi.id Seamless bisa melalui website IndiHome, silakan klik di sini.

Dengan hadirnya berbagai layanan tersebut, para content creator bisa terus berkreativitas tanpa batas dan berkonten ria bersama IndiHome.

 

 

 

 

 

  

 

 

   

 




"Mbak Nunu kapan ke Bandung? aku pun belum cari kosan". Annisa mengirimkan pesan kepada saya via Whatsapp. 

"Nah ini, saya masih cari-cari waktu yang tepat buat cek kosan di sana. Kalau cari dari aplikasi tanpa lihat langsung rasanya kurang afdhol" Balasku. Waktu itu saya masih sibuk bekerja, paling bisa ke Bandung ketika Weekend saja.
 
"Kalau di kawasan dekat UPI lumayan jauh dari kampus Tel-U, takut kurus kalau jalan kaki wkwkwk". Annisa melanjutkan pesannya, menyarankan "jangan cari kosan dekat UPI".

"Kampus Tel-U Gegerkalong dekat nggak dengan Daarut Tauhid? saya tahunya Gerlong ya Daarut Tauhid". Tanyaku, maklum saya bukan orang Bandung, pernah beberapa kali ke Bandung tapi belum hafal betul jalan di kota kembang tersebut. 
 
"Lumayan jauh dari sini mbak, 1-2 Km ada mungkin". Ungkapnya. 

"Yah lumayan". Saya menimpali chat Annisa.

"Tapi sebenarnya enak ya mbak kalau kosannya dekat Daarut Tauhid. Bisa sering ikut pengajian tapi ya itu jalan kakinya lumayan". Balasnya. Ada kegalauan tersendiri ketika mencari kosan, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.

"Wkwkwk betul, paling naik ojek. Btw, kisaran harga kosan di sana berapaan?". Tanyaku. 

"Kemarin sempat cek ada yang 750 ribu sampai dengan 1,2 juta". Annisa memberitahukan hasil survei kosan yang dilakukannya beberapa waktu lalu. 
 
"Bervariasi ya. Kalau saya cari kosan biasanya nanya ke pemiliknya apakah ada WiFi atau tidak? WiFi-nya kencang atau lemot?". Menimpali pesannya. Internet memang sudah jadi kebutuhan primer bagi saya. Nggak ada internet jadi mati gaya.

--------

Akhirnya awal bulan Februari lalu, saya janjian dengan Annisa ketemuan di kota Bandung untuk bareng-bareng mencari kosan. Saya dan Annisa sama-sama awardee LPDP tahun 2022 dan kampus pilihan kami juga sama yaitu Telkom University. Oh iya, ini kali pertama kami bertemu di darat, biasanya cuma saling chatting di dunia maya. Awal perkenalan kami ketika sama-sama mengikuti kegiatan Persiapan Keberangkatan LPDP. Kami pun menuju kampus Telkom University, tidak perlu waktu lama kami sudah menemukan kosan yang cocok. Alhamdulillah, bisa dapat kosan yang murah, dekat banget dari kampus, dan yang terpenting ada fasilitas WiFi.

Mengapa Internet Begitu Penting Bagi Saya?

Internet selalu menjadi bagian dalam aktifitas keseharian saya sebagai:
  1. Manusia yang perlu bersosialisasi, berkomunikasi dan hiburan
  2. Karyawati tentunya internet akan sangat membantu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kantor
  3. Mahasiswa yang sedang menempuh studi S2 akan butuh banget akses internet yang cepat untuk mendukung proses belajar baik itu perkuliahan dan mengerjakan tugas. Meskipun kuliah sudah tatap muka tetapi terkadang masih ada kuliah daring via Zoom dan pembelajaran juga memakai Learning Management System.
  4. Content Creator, tentunya internet menjadi faktor pendukung utama untuk memudahkan proses kreatif saya. 

Menerima Tantangan Menjadi Video Creator dari Persiapan Keberangkatan (PK) LPDP


Dua belas tahun sudah saya menjadi seorang Bloger. Saya sangat senang bisa menjadi content creator, sesuatu yang sangat berharga bisa berbagi cerita, pengalaman, ilmu, tips dan trik melalui blog pribadi. Begitu banyak hal positif yang saya dapatkan dari blog seperti pertemanan, relasi, pengalaman, wawasan, dan bonus materi.

Menurut Devans Dhiman dalam bukunya How to Become a Content Creator - The 9's Tip's for a Successful Content Creator "Content creator produces entertaining or educational material that caters to the interests and challenges of target audience. The content he/she produces can take many forms, including blog posts, videos, ebooks, photos, and infographics. Today, business employ content creators to engage new and existing customers on the brand's behalf"

Bulan Januari lalu saya mengikuti program Persiapan Keberangkatan LPDP Angkatan 197 Swarna Wastra dan dipercaya menjadi ketua tim Video di divisi Sosial Media PK-197. Awalnya saya ingin join ke kepengurusan untuk membantu mengelola akun Instagram. Karena timnya sudah full, jadinya saya ditawarkan masuk ke tim Video. Awalnya saya merasa kurang percaya diri, soalnya skill editing video saya nggak jago-jago banget dan pengalaman terkait membuat konten video masih terbilang minim. Kadang-kadang saja iseng edit video dari aplikasi di smartphone ataupun aplikasi Video Editor bawaan Windows.

"Apa salahnya mencoba, saya bisa learning by doing. Hitung-hitung bisa meningkatkan skill baik itu editing video dan leadership, serta saya bisa membangun networking dengan teman-teman awardee LPDP". Saya mengafirmasi diri sendiri. Sebuah tantangan mencoba platform lain selain blog untuk berkarya dan berkreatifitas. Bismillah, Pasti Bisa! 

Sedikit selayang pandang tentang Persiapan Keberangkatan. Mengutip dari halaman situsnya LPDP, Persiapan Keberangkatan adalah sebuah program kegiatan pembekalan wajib kepada para penerima beasiswa LPDP. Tujuan dari program ini adalah untuk saling mengenal antar peserta, memberikan bekal soft skill, wawasan kebangsaan dan karakter kepemimpinan.

Selama pra PK, PK, dan pasca PK tugasnya lumayan banyak baik tugas individu ataupun tim. Untuk tim Video sendiri, kami dilimpahkan tugas membuat delapan jenis video dengan deadline yang mepet banget. Sebelum PK dimulai kami harus membuat video yang akan ditayangkan untuk acara pembukaan PK, yaitu:

  • Video Teaser Angkatan
  • Video Waiting dan Closing
  • Video Bumper Angkatan
  • Video Persembahan Pembukaan
  • Video Lagu Angkatan.  

Menjelang akhir PK kami harus membuat video yang akan ditayangkan untuk acara penutupan, yaitu:
  • Video Highlight Kegiatan Selama PK
  • Video Persembahan Penutupan

Pasca PK pun masih ada video yang harus kami buat yaitu video kegiatan proyek sosial angkatan kami.

Behind The Scene Proses Edit Video (sumber: para anggota tim Video PK-197)

Video Behind The Scene Ketika Saya Edit Video (Sumber: Pribadi)


Wow, banyak ya video yang harus kami kerjakan. Untungnya tim Video bisa kompak dan bekerjasama dengan baik. Tim kami berjumlah dua belas orang termasuk saya. Hal pertama yang saya lakukan adalah mengetahui sampai sejauh mana skill editing video yang dimiliki oleh teman-teman di tim saya dan aplikasi apa saja yang sering mereka gunakan. Ternyata di tim kami tidak semuanya punya skill editing video. Agar timnya berjalan efektif dan semua orang mendapatkan tugas, saya membentuk tim-tim kecil lagi, yaitu:

  • Tim Pengumpulan Video dan Gambar (3 orang): bertugas mengumpulkan bahan-bahan berupa gambar dan video untuk memperkaya video kami. Selain itu bertugas untuk melakukan dokumentasi selama kegiatan PK berlangsung
  • Tim Pengumpulan Data dan Informasi (3 orang): bertugas mengumpulkan data dan informasi yang nantinya akan ditambahkan ke dalam video. Selain itu juga bertugas untuk melakukan dokumentasi selama kegiatan PK berlangsung
  • Tim Editing (5 orang): bertugas untuk mengedit video
  • Tim Finishing (1 orang): mengevaluasi video yang sudah dibuat, menyetorkan video ke tim LPDP dan melakukan upload ke Youtube channel PK-197.

Untuk tim editing, karena banyak video yang harus kami edit dengan batas waktu yang pendek, setiap editor kebagian satu video untuk diedit, termasuk saya. Karena kegiatan PK berlangsung secara daring selama 2 minggu maka untuk dokumentasi kegiatan PK, saya mengerahkan dua tim untuk melakukan tugas tersebut dan membuat jadwal piket dokumentasi.
  
Setelah membagi tim dan tugas masing-masing, saya membuat to do list dan deadline untuk video yang dibuat. Agar koordinasi bisa lebih mudah, saya membuat Whatsapp group dan beberapa kali melakukan Zoom meeting. Selain kerja sama internal, kami juga melakukan kerja sama eksternal dengan tim-tim lain di angkatan kami seperti tim kreatif dan teknis acara, tim desain, tim kesekretariatan, tim proyek sosial, dan tim lainnya.

Masya Allah, seru sekali bisa bekerja sama dan berkolaborasi dengan teman-teman awardee. Anak-anak muda yang sungguh bertalenta, kreatif dan penuh dengan ide brilian. Meskipun hanya berinteraksi lewat dunia maya dan dengan segala keanekaragaman yang ada di angkatan kami (berbeda latar belakang pendidikan, suku, profesi dan usia) kami mampu untuk saling bekerja sama, bergotong-royong dan bersinergi dengan baik untuk menyukseskan kegiatan PK. Saya belajar banyak dari mereka, sungguh pengalaman yang sangat berharga!

Jika teman-teman pembaca blog ingin melihat karya-karya video teman-teman PK-197, silakan berkunjung ke channel Youtube kami. 

Youtube Channel PK-197

Karena Internet Mendukung Kreatifitas dan Berkarya Tanpa Batas 


Konten video yang saya buat bersama teman-teman awardee LPDP tentunya didukung dengan adanya  internet. Itulah alasan ketika pindah ke Bandung, saya mencari hunian yang menyediakan fasilitas WiFi dengan koneksi yang cepat untuk mendukung berbagai kegiatan saya. Meskipun kegiatan PK sudah berakhir tapi tim Video masih punya satu tugas yang belum selesai yaitu Video Proyek Sosial.

Proyek sosial ini dilaksanakan dua minggu setelah PK berakhir dan kami menunggu dokumentasi dari tim proyek sosial untuk mengedit videonya, artinya saya sudah berdomisili di Bandung ketika akan mengerjakan video tersebut. Selain itu masih ada beberapa video yang belum di upload ke Youtube. 

Penampakan Modem di Kosan Saya  (sumber: pribadi)


Meskipun harus berbagi koneksi dengan lima belas penghuni kos lainnya, kecepatan WiFi di kosan saya kencang dan stabil. Saya coba melakukan Test Speed, hasilnya berkisar 45-50 Mbps. Setelah nanya ke ibu kos, ternyata internet di kosan memakai internet provider dari Telkom Indonesia yaitu produk layanan IndiHome. Ibu kos memilih paket bundle internet plus telepon rumah. Asyik banget, selama di Bandung saya bisa berkonten ria bersama IndiHome.

IndiHome menawarkan berbagai pilihan paket internet unlimited yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan budget pelanggan, paket tersebut antara lain: Paket Promo, Paket High Speed, Paket 3P dan Paket 2P.  Oh iya, pilihan paket ini bisa berbeda di tiap kota. Jika ingin tahu di kota kalian tersedia paket IndiHome apa saja, bisa cek di situsnya IndiHome.

Berdasarkan hasil survei APJII tahun 2022, IndiHome adalah penyedia layanan fixed broadband yang paling banyak digunakan di Indonesia sebesar 67,54 persen. Wah, ternyata memang IndiHome sangat diminati oleh masyarakat Indonesia ya. Saat ini layanan IndiHome sudah ada di 499 dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Dengan penetrasi layanan secara nasional sebesar 97 persen. Telkom Indonesia sebagai perusahaan internet provider terbesar di Indonesia gencar membangun infrastruktur telekomunukasi dari Sabang sampai Marauke agar bisa mewujudkan masyarakat digital yang lebih sejahtera dan bersaing. 

Melihat tingginya penetrasi internet di Indonesia, hal ini tentunya akan menciptakan jutaan peluang dan mewujudkan kreatifitas tanpa batas di era digital saat ini, terutama bagi content creator. Buat kalian yang masih maju mundur dan malu-malu untuk menunjukkan bakat kalian, yuk saya tantang jadi content creator, berani nggak?




sumber:

https://www.telkom.co.id/data/lampiran/1655430363223_TLKM%20Info%20Memo%201Q22.pdf

https://telkom.co.id/sites/wholesale/id_ID/news/hadirkan-konektivitas-di-seluruh-negeri-demi-wujudkan-kedaulatan-telekomunikasi-1201

https://www.indotelko.com/read/1672575607/q3-2022-pelanggan-indihome-tembus-di-angka-9-juta

https://lpdp.kemenkeu.go.id/informasi/berita/tiga-tahun-vakum-persiapan-keberangkatan-awardee-lpdp-kembali-diadakan-secara-luring

https://www.indihome.co.id/paket/daftar

Buku How to Become a Content Creator - The 9's Tip's for a Successful Content Creator












 




Wadidaw.... 
4 bulan lebih blogku ga ada postingan sama sekali. Kasian... sudah penuh dengan sarang laba-laba ya!
yuk...yuk...bisa yuk... diisi lagi blognya. Sayang sudah bayar domain ga dipakai.

Selama beberapa bulan ini adalah masa-masa tersibuk dalam hidup saya. Akhir tahun kemarin di bulan Desember saya sibuk dengan pekerjaan di kantor, maklum akhir tahun, teman-teman yang kerjanya di bagian keuangan pasti tahu bahwa Desember adalah bulan tersibuk sepanjang tahun, lembur sampai jam 9 sampai 10 malam itu sudah biasa.

Bulan Desember juga saya sibuk untuk ngurusin berbagai hal terkait proses administrasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister. Alhamdulillah akhir November lalu saya di terima di Magister Management Telkom University. Serta sibuk ngurusin berbagai hal terkait beasiswa LPDP.

Di saat bersamaan di akhir tahun saya lagi riweuh ngurusin pembelian rumah dan pindahan. Capek pindah-pindah kosan melulu selama hampir 8 tahun, Alhamdulillah saya memutuskan untuk membeli rumah sendiri. Karena rumah yang mau saya beli di daerah Bojong, jadi tiap weekend saya bolak-balik Jakarta-Bojong untuk ngurusin tetek bengek rumah baru. Alhamdulillah, di penghujung tahun 2022, rumahnya sudah saya tempati.

Memasuki bulan Januari, awal tahun tetap saja banyak kerjaan. Saya harus menyelesaikan pekerjaan sebagai Bendahara Pengeluaran baik itu laporan pertanggung jawaban Desember 2022 dan juga pekerjaan lainnya terkait perbendaharaan sebelum saya melepaskan jabatan tersebut dan menempuh studi S2 (cuti tugas belajar selama 2 tahun dari pekerjaan saat ini). 

Di pertengahan Januari juga harus ikut kegiatan Persiapan Keberangkatan LPDP (PK LPDP) selama 2 minggu.  Saya bergabung di PK-197 Swarna Wastra, kegiatannya online dari Senin sampai dengan Jumat, dari pagi hingga sore hari. Selama PK tugas individunya lumayan banyak dan juga saya masuk ke pengurusan PK-197 sebagai ketua tim video di divisi sosial media. Jadi pra PK sampai dengan pasca PK ada beberapa video yang harus kami buat, di setorkan ke pihak LPDP, dan posting ke Youtube Channel PK-197 Swarna Wastra.

Memasuki bulan Februari, saya masih tetap kerja selama 2 minggu (masih ada audit BPK, menyiapkan dokumen-dokumen yang mereka minta + sharing knowledge ke pengganti saya). Sebelum memulai cuti tugas belajar, weekend saya bolak-balik Bandung untuk nyari kosan, matrikulasi (semacam kuliah pengantar terutama bagi yang jurusan beda dengan jurusan yang diambil ketika S2), dan pindahan ke Bandung. (Yah... sayang dong rumah di Bojong di tinggal). Tanggal 20 Februari sudah mulai kuliah perdana. Yeayyy... jadi mahasiswa lagi eike.

Selama dua bulan kuliah, saya merasa bisa lah sambil ngonten dan produktif lagi untuk ngeblog. Sesuai janji saya di esai yang saya buat ketika apply beasiswa LPDP, bahwa saya akan banyak berbagi di blog pribadi terkait beasiswa LPDP dan pengalaman studi saya selama S2. Sudah kepikiran nih mau nulis apa saja. 

Bismillah, doakan saya konsisten ya untuk selalu mengisi blog ini dengan tulisan yang bermanfaat buat teman-teman.


Sekian dulu curhatan saya ^^
Have a nice day :) 



Newer Posts Older Posts Home

Verified Blog

Seedbacklink

Search This Blog

ABOUT ME

POPULAR POSTS

  • Penting! Sehat dan Bersih Saat Menstruasi
  • Kartunet Kampanye Aksesibilitas Tanpa Batas | Menengok Aksesibilitas Di Kota Makassar
  • Bergerak Aktif dan Investasikan Sehatmu
  • 6 CARA SEDERHANA UNTUK MENGATASI GEJALA ANXIETY
  • Polusi dan Kabut Asap Ancaman di Tengah Pandemi
  • 5 Aksi Kejahatan Siber Perbankan dan Cara Mencegahnya
  • Makassar Atau Ujung Pandang ???
  • Mengenal Google Analytics dan Memasang Kode Pelacakan di Blog
  • Pustaka Kampung Impian: Menyalakan Literasi di Ujung Barat Nusantara
  • Mudahnya Membuat Paspor Tanpa Calo
Powered by Blogger.

Followers

Labels

agritech ai aksesibilitas artificial intellegence asuransi asus Award baju distro baju lebaran Bantimurung Objek Wisata Terbaik Di Sulawesi Selatan BCA beasiswa lpdp berbagi bihun goreng blockchain blogger Blogger Nusantara Blogger Perempuan bloggerday blogging blogholicid bloglicious bodysuit bts bubur bubur manado budaya Buku busana muslim buzzer casio cerita challenge cheddar cloud computing Curhat Descendants of The Sun digital digitalisasi disabilitas Disclosure doa anak doa bangun tidur drama korea E-Business e-voting Email film fotografi gadget galaukan setan Gerak Jalan Santai handsock hijab HUT Sulawesi Selatan IndiHome indonesia Info Info. Blogging inovasi internet internet provider iot job review kartu AS kecerdasan buatan keju kesehatan Kipas Angin Miyako klinik komunitas kopdar kraft Kucing Kuliah kuliner laptop LAPTOP GAMING lebaran Lomba lpdp makanan indonesia makassar manado maros masyarakat media Media Sosial medikids Mind Miss Deaf mom blogger Monetize multigrain musik Nunu Nunu Amir Nunu Talk oreo other pandangan pantai losari pemilu pengalaman personal branding Pesantren Impian Puisi pustaka kampung impian radio ramadhan RBT religi reportase resensi buku resep Resolusi Juara review robotic robotic process automation samsung galaxy s6 samsung galaxy s6 edge sehat Sekolah Blog SEO sharing sinarmas slice of life smart contract smartphone Social Media Song Hye Kyo Song Joong Ki sosial sponsored post startup strartup surat cinta untuk kartini tabungan online telkom university TelkomIndonesia Teman Wajib Anda time toefl toleransi Tourism transformasi digital traveling tutorial Tutorial Blog Tutorial Web Design uang panai unik uricran useetv video waktu webinar website wonderful Workshop Writing zenfone 9

Blog Archive

  • ▼  2025 (4)
    • ▼  December (1)
      • ASUS Vivobook S14 M3407KA Berikan Pengalaman Lapto...
    • ►  September (2)
    • ►  April (1)
  • ►  2024 (35)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (2)
    • ►  April (2)
    • ►  March (12)
    • ►  February (7)
    • ►  January (9)
  • ►  2023 (7)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
  • ►  2022 (35)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (6)
    • ►  August (6)
    • ►  July (2)
    • ►  June (3)
    • ►  May (5)
    • ►  April (1)
    • ►  February (5)
    • ►  January (3)
  • ►  2021 (22)
    • ►  December (2)
    • ►  November (6)
    • ►  October (2)
    • ►  September (3)
    • ►  August (2)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2020 (18)
    • ►  November (1)
    • ►  September (4)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (4)
    • ►  March (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (2)
  • ►  2019 (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (13)
    • ►  December (2)
    • ►  November (3)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2017 (26)
    • ►  July (4)
    • ►  June (2)
    • ►  May (3)
    • ►  April (5)
    • ►  March (2)
    • ►  February (3)
    • ►  January (7)
  • ►  2016 (75)
    • ►  December (2)
    • ►  November (14)
    • ►  October (8)
    • ►  September (13)
    • ►  August (1)
    • ►  July (5)
    • ►  June (13)
    • ►  May (6)
    • ►  April (10)
    • ►  March (3)
  • ►  2015 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (2)
    • ►  May (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (13)
    • ►  December (2)
    • ►  November (1)
    • ►  July (3)
    • ►  June (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (2)
  • ►  2013 (32)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (6)
    • ►  April (2)
    • ►  March (3)
    • ►  February (7)
    • ►  January (3)
  • ►  2012 (46)
    • ►  December (1)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (6)
    • ►  August (2)
    • ►  July (3)
    • ►  June (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (6)
    • ►  January (6)
  • ►  2011 (57)
    • ►  December (4)
    • ►  November (13)
    • ►  October (14)
    • ►  September (2)
    • ►  August (5)
    • ►  July (8)
    • ►  June (7)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)

Sidebar Ads

Total Pageviews

Subscribe To

Posts
Atom
Posts
All Comments
Atom
All Comments

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template