6/19/2016
0


Pengalaman akan pentingnya proteksi diri dengan asuransi sudah saya rasakan sedari kecil. Kedua orang tua saya adalah seorang abdi negara tentunya secara otomatis kami semua ter-cover oleh asuransi kesehatan dan asuransi hari tua milik pemerintah. Setiap kali sakit saya ke puskesmas ataupun ke rumah sakit tanpa mengeluarkan biaya kalaupun ada biaya yang dikeluarkan nilainya pun tidak terlalu besar karena ada beberapa obat dan perawatan medis yang tidak bisa ditanggung oleh asuransi tersebut.

Beranjak dewasa dan sudah bekerja, saya sudah diluar tanggungan orang tua artinya asuransi milik Pemerintah tersebut tidak bisa memproteksi diri saya. Selama beberapa tahun saya hidup tanpa asuransi kesehatan, Alhamdulillah selama itu pula saya tidak pernah sakit. Sampai suatu hari saya mendapatkan telepon dari telemarketing sebuah asuransi yang bekerjasama dengan bank tempat saya menabung. Telemarketing itu menawarkan saya produk asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Setelah beberapa menit mendengar penjelasannya, saya pun kembali sadar akan pentingnya sebuah asuransi. Saya pun meng-iya-kan untuk bergabung dengan asuransi tersebut (saya berpikir, memang sekarang saya masih sehat tapi kita tak pernah tau b dan tiap bulan rekening di tabungan saya akan di potong secara otomatis dan polisnya dikirimkan via pos ke alamat saya.

Setelah kurang lebih setahun berasuransi, rupanya saya kurang konsisten untuk pembayaran premi bulanannya (hehehe... maksudnya setiap asuransi tersebut mau auto renewal, uang di rekening saya tidak mencukupi. Soalnya premi asuransi tersebut masih cukup besar dan penghasilan saya pada saat itu masih pas-pasan). Hal lainnya yang membuat saya malas berasuransi karena asuransi tersebut sistemnya tidak Cashless (telemarketing-nya kurang menjelaskan sistem klaimnya hehehe dan saya juga kurang cerdas karena kurang bertanya tentang sistem klaimnya seperti apa. Saya langsung oke-oke saja). Menurut saya dengan sistem non cashless agar ribet sih, karena selama sakit dan perawatan pakai uang kita dulu nanti baru bisa di klaim setelah ada bukti kuitansi dan berkas-berkas yang dilampirkan baru bisa menerima kembali uang kita. Jadi saya pikir-pikir sudahlah... daripada memberatkan, saya memutuskan untuk berhenti berasuransi. 
Ketika asuransi milik pemerintah berubah nama dan mengizinkan seluruh masyarakat Indonesia yang non PNS untuk memakai asuransi tersebut, saya pun ikut bergabung sampai sekarang. Tetapi seperti yang saya katakan diatas ada obat-obatan tertentu dan perawatan medis yang tidak dapat di-cover oleh asuransi tersebut. Jadi saya pikir ada baiknya memiliki backup asuransi jiwa dan kesehatan lainnya. 

Asuransi AIA Sakinah Assurance

Salah satu asuransi yang bisa mem-backup asuransi yang kita miliki saat ini adalah Asuransi AIA Sakinah Assurance. Asuransi AIA Sakinah Assurance adalah salah satu produk asuransi AIA yang berbasis syariah yang memiliki manfaat sebagai asuransi jiwa dan kecelakaan serta kesehatan. Produk asuransi tersebut antara lain : Asuransi Jiwa Syariah AIA dan Asuransi Kesehatan Syariah  AIA Asuransi Kesehatan Syariah AIA

Apa bedanya dengan asuransi konvensional?

Sebenarnya asuransi itu hampir sama seperti arisan. Beberapa orang berkumpul, mengumpulkan uang dengan nilai tertentu tiap bulannya kepada bendahara arisan dan yang menang akan mendapatkan sejumlah uang. Asuransi pun begitu, orang-orang berkumpul dan membayar premi dengan nilai tertentu tiap bulannya kepada sebuah perusahaan asuransi, bedanya uang tersebut bisa kita dapatkan dan manfaatkan ketika musibah itu terjadi. Risiko itu antara lain kita sedang sakit, mengalami kecelakaan dan kita menjadi produktif lagi, dan ketika meninggal. Jadi istilahnya transfer risiko, maksudnya disini risiko yang kita alami menjadi tanggung jawab asuransi.



Bedanya dengan asuransi syariah adalah peserta asuransi menyetor Tabarru' tiap bulannya dan akan menjadi dana Rabarru' dana ini dikelola oleh perusahaan asuransi. Nah jika ada peserta yang mengalami musibah maka akan dibantu dengan menggunakan dana Tabarru' yang dikumpulkan oleh peserta, jadi istilahnya berbagi risiko. 



Asuransi Jiwa Syariah AIA

Prinsip dari Asuransi Jiwa Syariah AIA adalah tolong menolong dan saling melindungi antara peserta asuransi. Pesera akan membayar dana tabarru' dan akan ada akad untuk menghibahkan uang kita ke dana tabarru'. Seluruh dana tabarru' tersebut akan dialokasikan secara transparan. Dana ini digunakan untk membantu peserta yang mengalami musibah. Begitupun halnya jika kita mengalami musibah peserta lain akan ikut membantu dengan menggunakan dana tersebut.

Di akhir tahun, kelebihan dana tabarru' atau disebut dengan istilah (surplus underwriting dana tabarru') akan dikembalikan ke masing-masing peserta. Kelebihan dana ini bisa kita pakai untuk investasikan lagi melalui produk-produk investasi berbasis syariah dan tentunya tanpa sistem bunga. So... hasil investasi kita bisa tetap optimal.
Penggunaan dana tabarru', hasil investasi, dan biaya pengelolaan akan dilaporkan oleh AIA sebagai pengelola dana tabarru' secara transparan. Insya Allah berkah ya!

Manfaat apa saja yang kita dapatkan dari Asuransi Jiwa Syariah AIA?

1. Manfaat Proteksi

  • 100% jika santunan meninggal (uang pertanggungan) (hingga usia 80 tahun)
  • tambahan 100% jika santunan meninggal karena kecelakaaan (hingga usia 70 tahun)
  • tambahan 100% jika santunan meninggal karena kecelakaan didalam perjalanan ibadah haji dan/atau dalam transpotasi umum

2. Manfaat Investasi : 100% nilai dana investasi yang terbentuk dari kontribusi yang diinvestasikan


Asuransi Kesehatan Syariah AIA



Selain itu ada manfaat tambahan dari Asuransi Jiwa Syariah AIA yaitu Asuransi Kesehatan Syariah AIA. dengan Asuransi Kesehatan Syariah AIA kita akan mendapatkan beberapa manfaat antara lain :

  • Hospital & Surgical Syariah Care Plus yaitu asuransi kesehatan yang komprehensif yang memberikan penggantian biaya selama di rawat inap di Rumah Sakit rekanan di seluruh Indonesia dengan sistem Cashless. Bagus nih, jadi kita ga perlu ribet dengan klaim yang bikin mumet
  • Critical Illness Syariah Plus yaitu asuransi perlindungan terhadap penyakit kritis yang memberikan 100% santunan apabila terdiagnosa 32 jenis penyakit kritis
  • Waiver Series Syariah Plus yaitu asuransi perlindungan terhadap cacat tetap total dan penyakit kritis yang memberikan pembebasan pembayaran kontribusi apabila peserta menderita risiko.


Sebelum mengakhiri tulisan ini, saya mau bertanya nih... apakah agen asuransi ataupun telemarketing asuransi itu kadang menyebalkan?

Agen asuransi, telemarketing asuransi, ataupun konsultan Multi Level Marketing (MLM) biasanya sering dijauhi orang. Hehehe... begitu dengar kata asuransi atau MLM pasti deh orang pada bikin banyak alasan agar tidak mendengarkan panjang lebar penjelesan mereka.

Saya juga konsultan MLM kok dan saya bisa turut merasakan bagaimana rasanya di-reject (jadi agen ataupun konsultan harus punya banyak stok sabar). Saran saya jika ada agen asuransi ataupun telemarketing yang ingin menjelaskan tentang asuransi milik mereka sebaiknya berikan mereka kesempatan untuk menjelaskan manfaat dan kelebihan dari asuransi yang mereka tawarkan. Mereka niatnya baik kok, mau membantu untuk memproteksi masa depan kita yang belum pasti ini. 

Oke semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa menjadi referensi bagi yang mencari asuransi yang tepat.

0 comments:

Post a Comment

Silakan Berikan Komentar, Saran, dan Kritik Untuk Postingan Ini, yang sopan ya ^^ dan please jangan spam

Followers

My Community

Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri Photobucket Photobucket
kumpulan-emak-blogger Blogger Perempuan

Blogger Reporter Indonesia

ID Corners